UPACARA BENDERA 17-AN ; PANGDAM II/SWJ : JANGAN TERJADI PELANGGARAN NETRALITAS TNI
Selasa, 17 Juni 2014 (15:55)
Palembang, (Pendam II/Swj) Pangdam II/Swj Mayjen TNI Bambang Budi Waluyo kembali menekankan kepada seluruh prajurit Kodam II/Swj untuk benar-benar bersikap netral dan tidak melibatkan diri kedalam politik praktis. ”Jangan sampai terjadi pelanggaran sekecil apapun terhadap Netralitas TNI ini”, tegasnya. Masing-masing pimpinan satuan agar meyakinkan dan memastikan, tidak ada satupun prajurit yang tidak netral. Karena, keberhasilan menegakkan Netralitas TNI menurut Pangdam akan memberikan kontribusi yang positif dalam menjaga stabilitas politik nasional, mengawal proses demokrasi dan menjaga citra positif TNI.
Hal tersebut disampaikan Pangdam II/Swj dalam amanat tertulis yang dibacakan Pa Ahli Bidang Hukum dan Humaniter Kolonel Inf Totok Supriantono pada upacara bendera tujuh belasan bulan Juni 2014, Selasa, (17/06/2014) di lapangan apel Makodam II/Swj - Palembang. Dikatakan bahwa kebijakan Pimpinan TNI tentang Netralitas TNI, yang intinya bahwa TNI beserta jajarannya tetap menjaga netralitas dan tidak terpengaruh dalam kegiatan politik praktis baik selaku perorangan maupun atas nama institusi serta tidak memberikan bantuan dalam bentuk apapun kepada peserta Pemilu, agar benar-benar ditegakkan, terang Pangdam II/Swj. Terkait dengan dinamika tugas yang semakin tidak ringan, terutama menjelang Pemilu Presiden 9 Juli 2014 Pangdam mengingatkan kepada seluruh prajurit dan satuan jajaran Kodam II/Swj agar terus mengikuti dan mencermati setiap perkembangan yang mengarah pada potensi konflik, berikut kecenderungan yang mungkin terjadi, sehingga mampu melakukan langkah-langkah antisipasi dan penanganan dini yang diperlukan sesuai bidang tugas, tanggung jawab dan fungsinya masing-masing. Kepada personel dan satuan jajaran Kodam II/Swj yang telah disiapkan untuk melaksanakan tugas perbantuan kepada Polri dalam pengamanan Pemilu, Mayjen TNI Bambang Budi Waluyo berpesan agar melaksanakan tugasnya secara profesional sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. Sementara dihadapkan pada suhu politik yang saat ini cenderung meningkat dan komponen masyarakat seolah terpecah dalam perbedaan pilihan atau dukungan terhadap pasangan Capres/Cawapres, Pangdam menekankan untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan. “Apabila perbedaan ini tidak mampu disikapi dan dikelola secara cepat, arif dan bijak, maka akan berpotensi memicu terjadinya perpecahan dan disharmoni sosial di tengah-tengah masyarakat”, tandasnya. Pada bagian lain amanatnya, Pangdam II/Swj juga menegaskan komitmennya untuk menerap-kan reward and punishment secara proporsional dan adil. “Saya akan bertindak tegas dan tidak akan memberikan toleransi sekecil apapun terhadap pelanggaran yang dilakukan anggota”. Dalam kaitan ini, Panglima menginstruksikan kepada para unsur pimpinan satuan agar lebih memperhatikan dan peduli terhadap pembinaan satuan dan pengawasan anggotanya baik pada jam dinas maupun diluar jam dinas, guna mengeliminir terjadinya pelanggaran di satuan. Upacara bendera tujuh belasan, yang diikuti oleh seluruh prajurit dan PNS jajaran Kodam II/Swj dan berlangsung khitmad ini, ditandai dengan pengibaran bendera merah putih, pembacaan UUD 1945, pengucapan Sapta Marga dan pembacaan Panca Prasetia Korppri. Selesai upacara dilanjutkan latihan defife dalam rangka membangun jiwa korsa, kekompakan dan kedisiplinan.
|