PEGANG TEGUH KODE ETIK KOWAD SAD SATYA SRI SENA
Rabu, 08 Januari 2014 (13:39)
Palembang,(Pendam II/Swj). Korps Wanita Angkatan Darat di satuan jajaran Kodam II/Swj menggelar acara syukuran dalam rangka HUTnya ke – 52 dan pengukuhan Ibu Raksakarini Sri Sena II/Swj, Rabu, 08 Januari 2014, bertempat di Gedung Sudirman Makodam II/Swj.
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman dalam sambutannya yang di bacakan oleh Kasdam II/Swj Brigjen TNI Toto S. Moerasad, S.IP., M.M., mengatakan, bahwa Momentum peringatan hari jadi Korps Wanita Angkatan Darat seperti ini, selain untuk mengenang awal berdirinya dan sejarah panjang perjalanan pengabdiannya, juga dapat dijadikan sebagai wahana untuk melakukan evaluasi dan introspeksi terhadap pelaksanaan tugas dalam kurun waktu satu tahun yang lalu. Dengan harapan setiap warga Korps Wanita Angkatan Darat akan berusaha untuk memperbaiki etos kerja dan memacu diri untuk meningkatkan kinerjanya. Perjalanan panjang 52 tahun pengabdian prajurit Korps Wanita Angkatan Darat, hingga mencapai kemajuan seperti sekarang ini, tidak lepas dari rintisan dan kerja keras para senior dan pendahulu. Oleh karena itu, sudah sepatutnya pada kesempatan ini kita menyampaikan rasa hormat, bangga dan terima kasih, seraya mendoakan para senior dan pendahulu senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Besar, disertai tekad akan terus melanjutkan cita-cita luhur perjuangannya. Dewasa ini di Indonesia kesetaraan gender telah mengalami kemajuan yang signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan kehadiran para wanita yang saat ini menduduki berbagai posisi penting dan strategis dalam bidang pemerintahan, BUMN dan wiraswasta. Di lingkungan TNI Angkatan Darat, juga semakin banyak pekerjaan, tugas dan jabatan yang dipercayakan dan terbuka bagi warga Kowad. Cukup banyak prajurit Kowad yang berhasil meraih prestasi sangat membanggakan dan menempati posisi / jabatan penting, bahkan meraih pangkat jenderal bintang satu. Pada tahun 2013, TNI AD juga telah mendidik para taruni Akmil, yang diproyeksikan untuk menjadi pimpinan TNI AD di masa depan. Oleh sebab itu, seluruh prajurit Kowad harus selalu optimis, bersemangat, berpikir positif dan senantiasa memanfaatkan setiap peluang yang ada serta terus berupaya meraih prestasi yang setinggi-tinggginya. Tingkatkan kualitas dan profesionalitas dengan belajar, berlatih dan bekerja keras. Manfaatkan setiap kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan dan keterampilan, kuasai dan manfaatkan kemajuan teknologi guna mengoptimalkan keberhasilan pelaksanaan tugas. Namun perlu saya ingatkan bahwa semaju apapun prestasi, jabatan dan keahlian yang dikuasasi, seorang prajurit Kowad harus tetap menyadari kodratnya sebagai wanita Indonesia, sebagai wanita pendamping suami / ibu rumah tangga dan pendidik bagi putra-putrinya. Sebagai ibu rumah tangga, saya harapkan prajurit Kowad tetap memberikan perhatian penuh kepada putra-putrinya, mampu mengasuh, membimbing, dan memberikan mereka kasih sayang agar menjadi manusia yang berkualitas serta terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Sebagai wanita Indonesia, para Kowad hendaknya senantiasa menjunjung tinggi norma adat ketimuran, etika, sopan santun serta harkat dan martabatnya sesuai dengan norma agama yang dianut, sehingga selalu dihargai dan dihormati dimanapun bertugas dan berada. Hal ini sejalan dengan tema peringatan hari ulang tahun kali ini, yaitu: “Dengan semangat Sad Satya Sri Sena dan dilandasi semangat juang serta profesionalisme yang tinggi, Kowad siap mendukung tugas pokok TNI AD”. Saya minta agar segenap anggota Kowad mampu mengaktualisasikan tema tersebut dalam setiap pelaksanaan tugas. Wujudkan motto Kowad “Bukan Mawar Penghias Taman, tetapi Melati Pagar Bangsa”, yang mencerminkan kebersihan dan kesucian hati serta kesederhaan, sekaligus merupakan penjaga dan pembela bangsa. Pegang teguh kode etik Kowad Sad Satya Sri Sena, yang mencerminkan sikap, kepribadian dan tekad mengabdian setiap anggota Kowad. Hadirlah selalu dengan karya-karya yang terbaik bagi kepentingan AD, bangsa dan negara. Selanjutnya pada acara pengukuhan Ibu Raksakarini Sri Sena II/Swj, Pangdam II/Swj Mayjen TNI Bambang Budi Waluyo dalam sambutannya mengatakan bahwa pengukuhan ini nantinya akan dapat lebih meningkatkan motivasi dan semangat juang Korps Wanita Angkatan Darat, dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tuntutan dan peran yang diembannya. Selain sebagai sarana pembinaan tradisi, acara semacam ini juga dimaksudkan untuk memantapkan semangat kejuangan dan jiwa korsa, membangun solidaritas dan soliditas Korps Wanita Angkatan Darat, menyamakan irama dan derap langkah serta keserasian pemikiran dan tindakan sehari-hari, dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara. Dalam era globalisasi saat ini, dituntut adanya sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dan kemahiran memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, disertai kearifan dalam mengaplikasikannya sesuai dengan bidang tugas yang dipercayakan kepada kita. Sesuai perkembangan zaman, emansipasi yang dahulu lebih dimaknai hanya sekedar tuntutan persamaan hak, kini telah berkembang menjadi tuntutan keselarasan antara hak dan kewajiban. Apalagi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab selaku alat negara di bidang pertahanan, untuk menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah dan melindungi keselamatan segenap bangsa Indonesia, kiranya diskriminasi masalah gender tidak akan lebih penting, jika dibandingkan dengan kerelaan dan ketulusan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Saya ingin mengingatkan, bahwa profesio-nalisme keprajuritan yang dibangun adalah profe-sionalisme keprajuritan yang tidak semata-mata menghadirkan prajurit yang memiliki keterampilan teknis dan taktis kemiliteran, melainkan profesio-nalisme yang berbasis kepada jati dirinya sebagai tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara nasional. Untuk itu, saya minta agar setiap prajurit Korps Wanita Angkatan Darat, meningkatkan kemampuan dan wawasannya dengan belajar dan berlatih. Landasilah setiap upaya peningkatan kemampuan, keterampilan dan wawasan dengan satu tekad, bahwa prajurit profesional tidak pernah mengenal kata akhir untuk belajar dan berlatih. Jadikan kegiatan belajar dan berlatih sebagai kebutuhan prajurit Kowad, karena ini merupakan salah satu bentuk kesejahteraan yang paling hakiki bagi seorang prajurit. Dengan status sebagai prajurit, Korps Wanita Angkatan Darat harus tetap menjunjung tinggi Sumpah Prajurit, Sapta Marga dan Delapan Wajib TNI, sebagai landasan moral dan etika dalam menjalankan tugas pengabdian masing-masing, yang diimplementasikan dalam wujud cara berpikir, bersikap dan bertindak, untuk mencerminkan jati diri selaku tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional, tanpa harus mengabaikan kodratnya sebagai Wanita Indonesia. Sebelum mengakhiri sambutan ini, Pangdam II/Swj memberikan beberapa penekanan yang penting untuk dipedomani sebagai berikut : Pertama, tingkatkan pemahaman terhadap tugas pokok TNI, agar Wanita TNI sebagai bagian integral dalam keprajuritan Indonesia, mampu memberikan kontribusi yang optimal bagi kepentingan TNI AD, bangsa dan negara. Kedua, pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI sebagai pedoman hidup dalam melaksanakan tugas kedinasan maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Ketiga, pelihara dan mantapkan jiwa korsa dan soliditas di lingkungan Korps Wanita TNI Angkatan Darat, melalui kerja sama dan kebersamaan dalam pelaksanaan tugas. Keempat, pahami dan sinergikan makna emansipasi sebagai kesetaraan gender dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hadir pada acara tersebut, Irdam II/Swj, Para Perwira Ahli Pangdam II/Swj, Para Pejabat Teras Kodam II/Swj, Ketua beserta pengurus Persit KCK Daerah II/Swj, Para Perwira dan Bintara, warga Korps Wanita TNI Angkatan Darat, perwakilan dari Kowal, Wara, Polwan dan PNS Wanita Kodam II/Swj.
|