UPACARA MEMPERINGATI HARI PAHLAWAN ; PAHLAWANKU IDOLAKU
Minggu, 10 November 2013 (10:15)
Palembang, (Pendam II/Swj). Pangdam II/Swj Mayjen TNI Bambang Budi Waluyo yang diwakili oleh Perwira Ahli Pangdam II/Swj Bidang Hukum dan Humaniter Kolonel Inf Abdul Hakim bertindak selaku Irup pada upacara memperingati Hari Pahlawan, yang diikuti oleh, Para Pejabat Teras Kodam II/Swj, Para Dan/Kabalakdam II/Swj, serta Para Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS TNI Kodam II/Swj. Minggu, 10 Nopember 2013, bertempat di lapangan apel Makodam II/Swj.
Menteri Sosial DR. Salim Segaf Al Jufri, MA., dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kolonel Inf A. Hakim menyampaikan bahwa, sejarah telah mencatat bahwa perjuangan untuk mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang saat ini menjadi bangsa berdaulat dan terhormat adalah bukan hadiah atau pemberian dari pihak manapun, tetapi melalui proses perjuangan yang sangat panjang, heroik, dan disertai dengan pengorbanan yang luar biasa dari para pejuang dan para pahlawan pendahulu kita. Kita harus memaknai peringatan hari Pahlawan bukan hanya sekedar ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tapi sekaligus sebagai refleksi terhadap keyakinan jati diri bangsa yang bermartabat diinspirasi oleh para pejuang kita yang telah gugur di medan laga. Peringatan Hari Pahlawan tahun 2013 yang mengambil tema PAHLAWANKU IDOLAKU adalah untuk mengingatkan kembali kepada kita semua dan bagi generasi muda khususnya sebagai penerus cita-cita agar nilai-nilai kejuangan yang telah dibangun tidak boleh dilupakan sampai kapanpun. Kita semua menyadari bahwa dinamika perubahan yang berkembang dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara saat ini masih menyisakan berbagai permasalahan, seperti kemiskinan, ketelantaran, pengangguran, korban bencana, konflik antar warga dan masalah-masalah lain yang dapat mengganggu kelangsungan keharmonisan berbangsa dan bernegara di semua aspek. Lebih lanjut Menteri Sosial DR. Salim Segaf Al Jufri, MA., mengatakan bahwa untuk mengatasi masalah-masalah tersebut kita harus bahu membahu dan bersama-sama melakukan segala upaya agar impian dan harapan menjadi negara Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, dan sejahtera dapat menjadi kenyataan. Modal sosial yang harus kita perkuat adalah menjaga jati diri sebagai bangsa yang hebat untuk membangun negeri yang lebih kuat, kokoh, dan harmonis di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semangat kepahlawanan dan kejuangan yang direpresentasikan dalam bentuk cinta tanah air, pantang menyerah, peduli dan berbagi, serta toleransi harus menjadi sumber motivasi untuk mengatasi berbagai tantangan dalam menyelesaikan semua masalah yang kita hadapi di waktu kini dan mendatang.
|