*Teladani Akhlak Mulia Rasulullah, Kodam II/Sriwijaya Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H*
Jumat, 21 Agustus 2026 (09:04)
Komando Daerah Militer (Kodam) II/Sriwijaya menyelenggarakan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah / 2026 Masehi yang berlangsung khidmat di Masjid Raudhatul Ulum Makodam II/Sriwijaya, Palembang, pada Jumat (21/8/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Panglima Kodam II/Sriwijaya, Mayor Jenderal TNI Ujang Darwis, M.D.A., beserta jajaran pejabat utama Kodam II/Swj, pengurus Persit Kartika Chandra Kirana PD II/Sriwijaya, prajurit, dan PNS Kodam II/Swj, serta menghadirkan Ustadz Kgs. H. Hasan Basri, S.P., selaku penceramah. Peringatan keagamaan ini dilaksanakan sebagai momentum spiritual untuk meneladani akhlak mulia dan kepemimpinan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan tugas pengabdian prajurit.
Dalam sambutannya, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar ritual seremonial tahunan, melainkan sarana refleksi diri untuk meneladani Rasulullah SAW sebagai Uswatun Hasanah (teladan terbaik). Beliau menekankan agar seluruh prajurit Kodam II/Sriwijaya mengimplementasikan akhlak Rasulullah melalui kepemimpinan yang berlandaskan moral, ketegasan yang diimbangi dengan integritas dan kejujuran, serta kepedulian terhadap rakyat. Mengusung tema "Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Kita Mantapkan Tekad Bersama Rakyat", Pangdam juga mengingatkan pentingnya meneladani semangat persaudaraan antara kaum Anshar dan Muhajirin guna memperkokoh Kemanunggalan TNI dan rakyat sebagai fondasi utama keutuhan bangsa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan pantun keteladanan oleh Pangdam II/Sriwijaya dan dilanjutkan dengan penyampaian hikmah Maulid oleh penceramah. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh prajurit dan PNS di lingkungan Kodam II/Sriwijaya semakin mantap dalam membina moral, profesionalisme, serta keteguhan sikap untuk terus bersatu padu bersama rakyat dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
|