*Topping Off BKB, Kodam II/Sriwijaya Tegaskan Komitmen Jadikan Benteng Kuto Besak Destinasi Wisata Unggulan*
Minggu, 28 Juni 2026 (13:17)
Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., memimpin langsung acara yang bertajuk "Topping Off Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang" sebagai bagian dari penguatan BKB menjadi Destinasi Wisata warisan Budaya Bangsa, Minggu (28/06/2026), bertempat di Markas Kesdam II/Swj, Palembang.
Kegiatan bersejarah ini dihadiri Gubernur Provinsi Sumatera Selatan beserta Forkopimda, Para Pejabat Utama Kodam II/Swj, Walikota Palembang, serta para Tokoh Adat, Sejarawan dan Budayawan.
Dalam sambutannya, Pangdam II/Sriwijaya menegaskan komitmen penuh TNI AD mendukung terselenggaranya momentum bersejarah ini. Benteng Kuto Besak bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ikon sejarah Kota Palembang yang kaya akan nilai budaya dan arsitektur tinggi. BKB merupakan salah satu benteng di Indonesia yang dibangun sepenuhnya oleh Putra-Putra daerah pada masa Kesultanan Palembang Darussalam di akhir abad ke-18. Semangat kemandirian inilah yang harus kita warisi dan jaga bersama sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia, sejumlah penataan telah dilakukan di kawasan ini, mulai dari pembersihan kawasan, penataan ruang perkantoran dan ruang publik, hingga perbaikan fasilitas umum demi menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, nyaman dan ASRI.
Langkah awal pengembangan BKB ditandai dengan pembangunan Tourist Information Center sebagai pusat informasi terpadu yang ramah bagi pengunjung. Fasilitas ini diharapkan mempermudah akses informasi masyarakat Sumatera Selatan, meningkatkan daya tarik wisata, menjadi pusat layanan data dan pengajuan, serta membangun citra positif melalui pelayanan yang profesional. Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat menumbuhkan rasa memiliki yang tinggi terhadap kawasan ini, dengan tetap mengedepankan nilai sejarah dan kearifan lokal, hidup rukun dan tentram membangun Indonesia dari Sumatera Selatan.
Kodam II/Sriwijaya berkomitmen menjadikan BKB sebagai simbol keterpaduan warisan budaya masa lalu dengan kemajuan teknologi, layanan, dan kawasan perkantoran yang ASRI, modern, dan terintegrasi tanpa menghilangkan nilai-nilai sejarah para pendahulu.
|