Irdam II/Sriwijaya Pimpin Upacara Maret 2026 : Tegaskan Akuntabilitas Anggaran dan Kewaspadaan Global
Selasa, 17 Maret 2026 (04:14)
Kodam II/Sriwijaya menggelar Upacara Bendera Bulanan Periode Maret 2026 yang berlangsung di Lapangan Makodam II/Sriwijaya Palembang, Selasa (17/03/2026). Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Irdam II/Sriwijaya Brigjen TNI M. Fachmi Rizal Nasution, mewakili Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A.
Upacara ini diikuti oleh Kapoksahli Pangdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Junaidi M., S.Sos., M.Si., para Pejabat Utama (PJU), para Dan/Kabalakdam, serta segenap Prajurit dan PNS jajaran Kodam II/Sriwijaya.
Pangdam II/Sriwijaya dalam amanat tertulis yang dibacakan Irdam II/Swj, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel atas dedikasi dan profesionalisme yang ditunjukkan dalam menuntaskan Program Kerja dan Anggaran Tahun 2025.
Keberhasilan tersebut dinilai sebagai cerminan loyalitas tinggi, namun Pangdam juga menekankan bahwa setiap kendala yang dihadapi harus menjadi bahan evaluasi fundamental demi efektivitas kinerja di tahun 2026.
Memasuki tahun anggaran berjalan, Pangdam menginstruksikan seluruh jajaran untuk segera mengimplementasikan berbagai kebijakan strategis yang telah ditetapkan dalam Rapim TNI, TNI AD, hingga Rapim Kodam II/Sriwijaya. Fokus utama yang ditekankan adalah penyelarasan program kerja satuan dengan arah kebijakan komando atas demi tercapainya sasaran organisasi yang tepat guna dan berdaya guna.
Salah satu poin penting yang ditegaskan adalah urgensi peningkatan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran di seluruh lini. Kodam II/Sriwijaya berkomitmen penuh untuk mendukung pencapaian kembali opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, sebagai wujud transparansi dan tanggung jawab moral TNI AD dalam mengelola keuangan negara dengan bersih dan tertib.
Mencermati perkembangan situasi internasional, Pangdam mengingatkan seluruh prajurit agar tidak menutup mata terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian memprihatinkan. Dinamika global tersebut dinilai memiliki dampak yang dapat berimbas langsung pada stabilitas nasional, sehingga menuntut kepekaan intelejen dan kewaspadaan yang tinggi dari setiap prajurit di lapangan.
Sebagai penutup, Pangdam menginstruksikan seluruh satuan jajaran untuk senantiasa siaga dalam mengantisipasi segala kemungkinan dampak kontingensi yang muncul.
Seluruh personel diperintahkan untuk terus memantau situasi wilayah guna memastikan stabilitas nasional tetap terjaga, sekaligus membuktikan peran Kodam II/Sriwijaya sebagai benteng pertahanan negara yang tangguh dan responsif.
|