Pendidikan Tamtama Infanteri TNI AD Gelombang III TA 2025 Resmi Ditutup, Rindam II/Sriwijaya Cetak 1.741 Prajurit
Rabu, 04 Februari 2026 (07:18)
Sebanyak 1.741 prajurit resmi menyandang pangkat Prajurit Dua (Prada) setelah Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI Angkatan Darat Gelombang III Tahun Anggaran 2025 secara resmi ditutup. Penutupan Pendidikan Tamtama ini dipimpin oleh Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin, S.E., mewakili Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., bertempat di Lapangan Secata Rindam II/Sriwijaya, Rabu (04/02/2026).
Upacara penutupan menandai berakhirnya rangkaian pendidikan dasar militer yang telah ditempuh para prajurit siswa dengan penuh disiplin, ketekunan, dan semangat juang tinggi. mantan prajurit siswa dinyatakan lulus dan mengucapkan sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagai komitmen awal pengabdian mereka kepada bangsa dan negara.
Pendidikan Dikmata Infanteri TNI AD merupakan bagian dari upaya strategis TNI Angkatan Darat dalam membentuk prajurit Tamtama yang tangguh, profesional, dan berkarakter. Selama masa pendidikan, para prajurit ditempa secara fisik, mental, serta moral kejuangan guna menyiapkan mereka menghadapi berbagai tantangan tugas di satuan masing-masing.
Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Kasdam II/Sriwijaya, mengucapkan selamat kepada seluruh mantan prajurit siswa di seluruh lembaga pendidikan TNI AD yang lulus dan resmi dilantik menjadi prajurit TNI AD berpangkat Prada. Keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras pribadi, disiplin tinggi, serta dukungan dan doa restu orang tua dan keluarga.
Kasad juga menegaskan bahwa pendidikan intensif selama dua bulan telah membentuk prajurit TNI AD yang berjiwa Sapta Marga, berpedoman pada Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI. Pendidikan ini menjadi fondasi penting dalam membangun karakter prajurit yang siap melaksanakan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pendidikan yang telah dilalui merupakan bagian integral dari strategi besar pembangunan kekuatan TNI Angkatan Darat yang dirancang secara sistematis oleh Presiden Republik Indonesia dan dilaksanakan secara berkelanjutan oleh lembaga pendidikan.
Kehadiran generasi prajurit muda ini diharapkan mampu mendukung tugas operasi, memperkuat satuan-satuan baru, serta menjadi penggerak dalam pemberdayaan potensi masyarakat dan penanggulangan bencana di berbagai wilayah Indonesia.
Mengakhiri amanatnya, Kasad berpesan agar para prajurit senantiasa siap menghadapi tantangan tugas, terus mengasah naluri militer, dan berkarya nyata bagi satuan, masyarakat, serta negara.
Pada kesempatan tersebut juga disampaikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara pendidikan dan pihak pendukung atas terselenggaranya Dikmata TNI AD Gelombang III TA 2025 dengan aman dan lancar.
|