Ikuti Forum Evaluasi, Kasad Tekankan Efektivitas Anggaran dan Kesejahteraan Sebagai Prioritas Utama
Kamis, 15 Januari 2026 (08:35)
Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., mengikuti Forum Evaluasi yang dipimpin langsung oleh Kasad, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., melalui Video Conference (Vicon) dari Ruang Puskodalopsdam II/Sriwijaya, Palembang, Kamis (15/01/2026)._
Forum strategis ini diselenggarakan sebagai sarana tinjauan kritis terhadap pencapaian serta hambatan yang dihadapi satuan jajaran TNI Angkatan Darat dalam pelaksanaan tugas pokok sepanjang periode berjalan.
Kegiatan ini diikuti oleh unsur pimpinan Kodam II/Sriwijaya, mulai dari Kasdam, Irdam, Kapoksahli, hingga para Danrem dan Pejabat Utama (PJU). Kehadiran seluruh Komandan Satuan dan Kabalakdam di lingkungan Kodam II/Sriwijaya menunjukkan komitmen kolektif untuk menyelaraskan persepsi dan langkah dalam menjalankan kebijakan komando pusat guna menjawab tantangan organisasi ke depan.
Dalam arahannya, Kasad menegaskan bahwa efektivitas penggunaan anggaran dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan prajurit adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. Pimpinan di setiap level diinstruksikan untuk menjamin kelancaran distribusi anggaran dengan perencanaan yang rasional dan berbasis kebutuhan nyata. Hal ini bertujuan agar setiap satuan dapat fokus menjalankan tugas dengan tenang tanpa kendala finansial yang menghambat operasional.
Selain kesejahteraan internal, Forum Evaluasi ini menyoroti peran strategis TNI AD dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah terdampak bencana dan daerah terisolasi. Pembangunan Jembatan Bailey, Jembatan Gantung, dan Jembatan Aramko menjadi fokus utama untuk memastikan distribusi logistik tetap berjalan lancar. Upaya ini merupakan langkah konkret TNI AD dalam memulihkan mobilitas warga dan menghidupkan kembali denyut ekonomi, khususnya di wilayah-wilayah yang aksesnya masih terbatas pascabencana.
Menghadapi tantangan era digital, Kasad juga menginstruksikan seluruh personel untuk meningkatkan literasi teknologi dan kewaspadaan terhadap ancaman siber. Satuan intelijen dan penerangan diminta aktif memberitakan opini positif serta menangkal hoaks yang berpotensi mendiskreditkan institusi. Kreativitas dalam mengemas konten edukatif yang menarik menjadi kunci agar pesan posisitif dan edukatif dapat diterima dengan baik dan menginspirasi masyarakat luas.
Dari sisi kepemimpinan, ditegaskan bahwa sistem evaluasi kinerja bagi Komandan Satuan Wilayah akan diperketat dengan melibatkan masukan dari berbagai lembaga terkait sebagai bahan penilaian jabatan. Pimpinan menginginkan sosok pemimpin yang tidak hanya administratif, tetapi juga kreatif, berani melakukan inovasi di lapangan, serta memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kondisi moril dan fasilitas para anggotanya.
Sebagai penutup, seluruh jajaran ditekankan untuk menuntaskan program pengabdian masyarakat, seperti renovasi sekolah dan pembangunan infrastruktur desa, sebagai bukti nyata kehadiran TNI di tengah kesulitan rakyat. Dengan semangat inovasi dan pengabdian yang tulus, setiap pimpinan diharapkan mampu meninggalkan warisan prestasi yang bermanfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah tugas masing-masing.
|