KODAM II/SWJ TINGKATKAN KEMAMPUAN BINTER SATKOWIL TNI
Selasa, 25 Juli 2017 (18:16)
Palembang, (Pendam II/Swj).  Dalam rangka meningkatkan kemampuan teritorial prajurit Satuan Komando Kewilayahan TNI, guna menyiapkan dan mewujudkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh, Kodam II/Swj pada Selasa (25/7/2017) menggelar penataran kemampuan teritorial tersebar TA. 2017 bertempat di Balai Prajurit, Sekanak - Palembang.
Kegiatan penataran yang dibuka Aster Kasdam II/Swj Kolonel Inf Denny Marthen Rihi ini akan berlangsung selama 2 hari , mulai tanggal 25 s.d 26 Juli 2017. Penataran yang diikuti 100 orang Perwira dan Bintara dari TNI AD, TNI AL dan TNI AU ini merupakan salah satu upaya dalam rangka mempersiapkan kemampuan prajurit satuan Komando Kewilayahan TNI untuk mendukung tugas-tugas pokok TNI baik OMP maupun OMSP. Pangdam II/Swj Mayjen TNI AM Putranto S.Sos dalam amanat tertulis yang dibacakan Kolonel Inf Denny Marthen Rihi mengatakan bahwa tugas Satuan Komando Kewilayahan TNI tidak akan pernah terlepas dan akan selalu dipengaruhi oleh kondisi geografi, demografi, dan kondisi sosial yang harus tetap diperjuangkan untuk dijadikan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh dan mantab dengan didukung oleh seluruh kekuatan sosial, sehingga terbentuk pola pertahanan Negara yang defensif strategis. Dalam penataran ini, para peserta penataran dibekali dengan materi 5 kemampuan teritorial, sikap teritorial, serbuan teritorial, sejarah teritorial dan kegiatan Binter tentang Komsos, Bintahwil dan Bakti TNI. Sasaran yang diharapkan melalui penataran ini, adalah terwujudnya prajurit Satkowil TNI yang memiliki 5 kemampuan prajurit teritorial, sikap teritorial, serbuan teritorial, sejarah teritorial dan kegiatan Binter tentang Komsos, Bintahwil dan Bakti TNI. Selain itu, melalui penataran ini para peserta penataran juga diharapkan memiliki ketrampilan dan etos kerja yang tinggi, kreatif, inovatif dan leadership di lingkungannya, serta terbangunnya rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta kemampuan daya tangkal terhadap setiap permasalahan yang dapat mengganggu stabilitas wilayah nasional.
|