PAMEN KODAM II/SWJ YANG AKAN NAIK KOLONEL DI TES JASMANI
Kamis, 28 Juli 2016 (17:10)
Palembang, (Pendam II/Swj). Sebanyak 4 Perwira Menengah (Pamen) Kodam II/Swj yang akan naik pangkat pilihan ke Kolonel periode 1 Oktober 2016, selama 2 hari (Rabu dan Kamis 27 s.d 28 /7/2016) diwajibkan untuk mengikuti dan lulus tes kesegaran jasmani di Lapangan Jasdam II/Swj Km 9 Palembang. 4 Pamen Kodam II/Swj tersebut adalah : Kabintaldam II/Swj Letkol Inf Asep Rahman Taufik, Kainfolahtadam II/Swj Letkol Inf Eddy Basuki, Kabaglat Rindam II/Swj Letkol Inf Rachmad, dan Ketua Komite Medik Rumkit TK II 02.05.01 dr. AK. Gani Kesdam II/Swj Letkol Ckm dr. bambang Cahyono, MARS.
Tes kesegaran jasmani bagi para Pamen Kodam II/Swj yang akan naik pangkat Kolonel meliputi tes Samapta A yakni lari sejauh 3.200 meter dan Samapta B yang meliputi Pul Ups, Sit Up, Push Up dan Shuttle Run. Sementara untuk pelaksanaan tes renang militer sejauh 50 meter gaya dada bertempat di Kolam Renang Balaputra Dewa di Markas Yonif 200 Raider/Bhakti Negara, Gandus Palembang. Sebelum dilaksanakan tes kesegaran Jasmani, terlebih dahulu seluruh Pamen harus melakukan pemeriksaan tensi. Bagi Perwira yang tensinya normal dan memenuhi syarat, dapat melanjutkan tes kesegaran jasmani, bila tensinya belum normal, tes akan diulang hari berikutnya. Kajasdam II/Swj Kolonel Inf Era Hernanto dan sejumlah pejabat Kodam II/Swj lainnya juga ikut meninjau dan melihat secara langsung pelaksanaan tes kesamaptaan ini. Sementara itu, Kapendam II/Swj Kolonel Arh Syaepul Mukti Ginanjar,S.I.P., menjelaskan bahwa tes kesamaptaan jasmani dan ketangkasan renang militer ini merupakan syarat mutlak bagi seluruh prajurit baik golongan Tamtama, Bintara, dan Perwira yang usul kenaikan pangkat (UKP) di jajaran TNI AD, termasuk di Kodam II/Swj. “Tes kesegaran jasmani ini merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh prajurit untuk bisa naik pangkat. Sebagai prajurit yang memiliki tugas berat dan membutuhkan fisik yang prima, maka prajurit dituntut untuk senantiasa memiliki kemampuan fisik yang prima”, tambahnya. Tidak hanya itu, setiap prajurit juga wajib mengikuti tes kesamaptaan jasmani secara periodik, setahun dua kali. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kebugaran fisik prajurit sekaligus untuk mengukur kemampuan kesamaptaan prajurit secara berkala.
|