PANGDAM II/SWJ : “KOWAD HARUS BERWATAK KSATRIA DAN ANGGUN”
Jumat, 03 Juni 2016 (17:13)
Palembang, (Pendam II/Swj). Pola sikap prajurit Kowad harus mencerminkan watak seorang Ksatria dan memancarkan keanggunan seorang wanita Indonesia yang selalu tampil dengan kepribadian wanita Indonesia sejati, yakni memiliki tata norma dan tata susila.
Demikian disampaikan Panglima Kodam II / Sriwijaya Mayjen TNI Purwadi Mukson, S.I.P., ketika memberikan pengarahan kepada 130 prajurit Korp Wanita Angkatan Darat (Kowad) jajaran Kodam II/Swj se-Sumbagsel pada acara Tatap Muka Pangdam II/Swj dengan Prajurit Kowad Kodam II/Swj bertempat di Gedung Sudirman Makodam II/Swj Palembang, pada Jum’at (3/6/2016). Acara Tatap Muka Pangdam II/Swj dengan Prajurit Kowad Kodam II/Swj ini diikuti oleh Kasdam II/Swj Brigjen TNI Marga Taufiq, S.H., M.H., Irdam II/Swj Kolonel Inf Suko Basuki, para Asisten Kodam II/Swj dan para Dan/Ka Balak jajaran Kodam II/Swj se-Garnizun Palembang. Dalam arahannya Pangdam II/Swj menjelaskan bahwa lahirnya Korp Wanita Angkatan Darat (Kowad) diilhami oleh semangat patriotisme dan keberanian pejuang-pejuang wanita Indonesia, diantaranya ; Nyi Ageng Serang, Cut Nyak Dien, Laksamana Malahayati, H.R. Rasuna Said, R.A. Kartini dan Dewi Sartika serta masih banyak wanita-wanita tangguh lainnya, mereka sangat berpengaruh terhadap keberhasilan perjuangan bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Pada kesempatan tersebut Pangdam II/Swj mengajak kepada para anggota Kowad Kodam II/Swj, untuk mengingat dan merenungkan kembali makna suci dari Kode Etik, Motto dan Semboyan Kowad, sehingga dalam setiap pelaksanaan tugas terhindar dari hal-hal yang dapat merugikan satuan, keluarga maupun diri sendiri. Terkait hal itu, Pangdam II/Swj berharap prajurit wanita Kodam II/Swj agar senantiasa dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab secara profesional sesuai bidang yang digelutinya, dibutuhkan kecermatan dalam mengatur waktu secara bijak antara tugas yang diemban sebagai prajurit maupun berperan sebagai ibu rumah tangga, karena sesungguhya peran tersebut merupakan tugas pokok sebagai wanita yang tidak boleh ditinggalkan, sehingga kedua tugas dan peran tersebut dapat dilaksanakan secara proporsional dan seimbang. Pada akhir arahan, Pangdam II/Swj menyampaikan beberapa atensi kepada para prajurit Kowad untuk dilaksanakan, antara lain ; Pertama, tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai hal yang utama dalam membina rumah tangga. Kedua, bangun rumah tangga yang Sakinah, mawaddah wa rahmah, yang didasari oleh cinta dan kasih sayang. Ketiga, selesaikan setiap permasalahn yang dihadapi dengan komunikasi dan berlandaskan kejujuran. Keempat, sebagai militer, prajurit Kowad harus siap ditugaskan kapan dan dimanapun, serta berbagai situasi dan kondisi, sesuai dengan kebutuhan organisasi dalam mendukung tugas pokok Kodam II/Swj. Kelima, jaga kehormatan diroi dan keluarga dengan menghindari perbuatan yang dapat menodai nama baik keluarga dan satuan.
|