SRIKANDI – SRIKANDI TANGGUH DARI KODAM II SRIWIJAYA
Senin, 21 Desember 2015 (20:42)
Selasa, 22 Desember 2015, Korp Wanita Angkatan Darat (Kowad) telah genap berusia 54 tahun. Perjalanan panjang Prajurit Kowad terbukti mampu menjaga diri walaupun banyak resiko yang dihadapi. Prajurit Kowad dengan segala keterbatasan telah memperlihatkan dedikasi yang tinggi, tahan menghadapi berbagai macam godaan, bahkan selalu siap mengorbankan jiwa dan raga untuk mengharumkan nama bangsa, dengan senantiasa memegang teguh keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 
Untuk menjadi wanita yang kuat dan tangguh bukan hanya harus memiliki tubuh yang kekar. Banyak sekali para wanita sekarang memilih profesi yang lebih hebat seperti halnya kaum pria. Bahkan mereka rela mengorbankan dirinya demi misi yang diterima yaitu mengharumkan nama bangsa. Demikian juga halnya dengan para wanita – wanita cantik dan relatif masih muda ini yaitu Yosevin, Bimbi, Henny, dan Riska Ayu Hardianti. Mereka berempat adalah bagian dari anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) yang bertugas di satuan jajaran Kodam II/Swj. Untuk menjadi anggota Kowad memang tidak mudah, Calon Kowad dinyatakan telah memenuhi syarat dan mereka harus melalui pendidikan selama lebih kurang 7 bulan dengan pendidikan yang sama dengan para tentara pria lainnya, lalu mereka akan menerima pembinaan dan dibentuk dari pribadi sipil menjadi militer yang siap menjalankan tugas dan harus siap ditempatkan dimana saja dan kapan saja. Walaupun itu bertentangan dengan keinginan, namun harus tetap dilaksanakan. Sebagai Warga Negara dan Wanita Indonesia, Kowad memiliki kepribadian yang lengkap dan menarik. Karena di dalam jiwa raganya, selain terdapat kekuatan juga terdapat rasa kemanusiaan yang tinggi serta memiliki kepribadian, berbudi pekerti luhur, bersih hati, jujur, mempunyai sikap kemandirian yang tinggi, bertanggung jawab dan menjunjung tinggi kodrat kewanitaannya serta penuh pengabdian terhadap Negara, Nusa dan Bangsa Indonesia. Setelah menjadi anggota Kowad bukan berarti keempat wanita ini tidak mengalami berbagai macam pengalaman dan ujian dalam hidup mereka. Lettu Ckm (K) Yosevin misalnya, sebelum bergabung menjadi prajurit Kowad, wanita yang mempunyai nama lengkap Yosevin Wahyu Listiyowati, Amd. Kep., ini sudah bekerja sebagai perawat di RS. Panti Rapih, Yogyakarta Wanita yang berkulit hitam manis dengan potongan rambut pendek ini adalah pribadi yang ramah. Perempuan kelahiran Sleman, 15 Juni 1984 ini pertama kali masuk tentara pada tahun 2008 melalui Seleksi Kowad Sepa PK TA. 2008/2009. Setelah menyelesaikan pendidikan, langsung ditempatkan di Kesehatan Kodam (Kesdam ) II/Swj. Saat ini dirinya sehari-hari berdinas di Staf Keskureh Kesdam II/Swj menjabat sebagai Kaur Kesgilut Kesdam II/Swj. Mengawali kariernya, pada tanggal 4 Desember 2013 mendapatkan perintah dalam Satuan Tugas (Satgas) Misi Perdamaian PBB di Lebanon sebagai Nurse Officer di UNIFIL HOSPITAL selama lebih kurang 1 tahun. Bersama dengan tentara dari berbagai Negara, seperti ; Italy, India, Perancis dan Belarusia, melayani dan menolong orang-orang yang sakit terlebih para tentara PBB dan penduduk asli. “Awalnya kami mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dikarenakan penduduk asli Lebanon menggunakan bahasa Arab dan Spanyol, namun lama-lama kami sudah terbiasa dan mengerti,” ungkap Yosevin. “Sebagai seorang prajurit wanita, bertugas di luar negeri merupakan suatu kebanggaan. Saya berharap semoga di tahun berikutnya banyak dikirim tentara wanita dalam misi perdamaian,”ujarnya. “Walaupun bertugas di Negara yang sedang mengalami konflik, tetapi dengan berserah diri kepada Tuhan dan bekerja secara ikhlas, maka tugas kita mudah-mudahan dapat berjalan dengan baik. Yang terpenting selama melaksanakan tugas disana saya selalu berprinsip, Open Your Mind Before Open Your Mouth”., pungkas wanita yang masih lajang ini. Demikian juga dengan Bimbi, Wanita kelahiran Jambi dengan nama lengkap Lettu Ckm (K) dr. Bimbi Angrayuni Delta, sehari-hari berdinas di Kesdam II/Swj bersama dengan 2 orang rekan seprofesinya pada bulan Mei 2012 melaksanakan penugasan yang pertama kali sejak menjadi prajurit wanita sebagai Dokter Satgas Pamtas RI – Malaysia Kalimantan Timur. “Yang sangat membanggakan bagi kami adalah dalam penugasan ini baru kali pertama ada Kowadnya. Jadi kehadiran kami disana bak selebritis. Masyarakat setempat baru tahu tentara itu ada perempuannya,” terang Bimbi. “Disamping tugas pokok memberikan dukungan kesehatan dan pelayanan kesehatan kepada 650 Yonif 141 yang bertugas dalam Satgas Pamtas RI – MLY di wilayah Kaltim, kami berkesempatan mendampingi Komandan Satuan (Dansat) mengunjungi beberapa pos dan patok perbatasan yang tersebar di wilayah Kaltara dan Kaltim yang hanya bisa dicapai dengan transportasi air, bahkan beberapa pos hanya bisa dicapai dengan jalur udara (heli).,” ujarnya. Selain itu, kami juga berkesempatan menikmati kebudayaan setempat dan kearifan lokal saudara-saudara kita di pulau terluar. “Berkah penugasan bagi saya pribadi adalah bertemu dengan orang yang menjadi suami saya sekarang. Dia juga seorang tentara sebagai Danki di Satuan Yonif 200/Raider,” imbuhnya sambil tersenyum malu. Selain Yosevin dan Bimbi, dua anggota Kowad lainnya yang juga memiliki bakat dan prestasi di bidang olah raga yakni Sertu Riska Ayu Hardiyanti yang juga berasal dari Jambi. Ia pernah meraih Juara 3 dalam Kejuaraan BDM Yong Moo Do Kasad Cup IV dikelas 60 Kg Putri di di Kalimantan Timur. “Dengan prestasi saya mendapatkan Juara 3 tersebut, Alhamdulillah saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Kejuaraan Yong Moodo di Korea Selatan,” ujar Riska. Dalam persiapan menghadapi kejuaraan tersebut, Riska dikirim untuk melaksanakan latihan bersama di Universitas Young Dong, Korea Selatan selama kurang lebih 50 hari. Sebelumnya terlebih dahulu melaksanakan latihan bersama di Kostrad selama beberapa bulan. “Menjadi anggota Kowad memang tidaklah mudah, tetapi kami berbesar hati mengemban misi yang kami bawa. Sebagai prajurit, personel Kowad harus dapat berpikir, bersikap dan bertindak sesuai dengan Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI,” ujarnya. Sedang Serka Henny Oktari, perempuan kelahiran Palembang, 32 tahun silam ini, sebelumnya pernah berdinas di Medan, Sumatera Utara. Pada tahun 2012, telah menikah dengan Kapten Cba Afrizal dari Satuan Deninteldam II/Swj dan telah dikaruniai 2 orang anak yang bernama M. Dzaky (2,5 tahun) dan Aisyah Nurafni. R (5 bulan). Henny mengatakan bahwa sebelumnya ia tidak ada niat untuk menjadi anggota TNI-AD. Menjadi Kowad bukanlah cita-citanya sejak kecil. Awalnya sekedar mencoba, tidak disangka berhasil menjadi Kowad yang dilantik pada Agustus 2002 silam. Walaupun orang tua Henny pensiunan TNI AD, tidaklah terpikir olehnya untuk meneruskan karier ayahnya tersebut. Seperti wanita-wanita yang lain, sebelumnya Henny bukanlah seorang atlit menembak. Mengawali atlit nembak setelah Henny menjadi Kowad tepatnya pada tahun 2006, disitulah pertama kali mengikuti TC dan akhirnya mengikuti Lomba Tembak Kasad Cup. Pada saat itu Henny berangkat hanya sebagai cadangan. Namun tak disangka, ternyata dimainkan sebagai pemain inti dan berhasil menyumbangkan mendali Emas dan Perak beregu bagi Tim Pistol Putri. Sebagai atlit menembak pistol, Henny telah melanglang buana mengikuti kejuaraan di Indonesia maupun manca negara untuk berpartisipasi dalam kejuaraan menembak. Meski berbagai prestasi berhasil diukirnya, Henny tidak pernah berpuas diri. Dia selalu berupaya tampil lebih baik dalam setiap aksinya di lapangan. Prestasi demi prestasi kembali diraihnya dari berbagai turnamen baik dalam maupun luar negeri. Berikut ini berbagai rangkaian prestasi yang berhasil diraih Serka Henny Oktari diantaranya ; Tahun 2006, Kejuaraan Kasad Cup berhasil meraih mendali Emas dan Perak beregu Putri, Tahun 2007 Kejuaraan kasad Cup beregu berhasil meraih mendali perak, Tahun 2008, Kasad Cup beregu berhasil meraih mendali Emas dan mendali Perunggu, Tahun 2008, menjadi Tim dalam Kejuaraan Asean Armies Rifle Meet (AARM) di Philipina (Tarlac), Tahun 2009, mengikuti Kejuaraan AARM di Singapura, Tahun 2010 mengikuti Kejuaraan AARM di Malaysia, Tahun 2011, mengikuti Kejuaraan AARM di Indinesia (Cilodong) sebagai tuan rumah, Tahun 2012, mengikuti Kejuaraan Menembak Panglima TNI Cup dan berhasil meraih Mendali Emas untuk Perorangan dan Mendali Emas beregu. Meski berhasil mengukir segudang prestasi, Henny tidak pernah berpuas diri ataupun tinggi hati, ia tetaplah wanita Ibu rumah tangga ramah dan bersahaja sama ibu-ibu yang lain. Henny sekarang tetap seperti Henny yang dulu, bagaikan sang Srikandi yang sangat konsisten terhadap tugas dan tanggung-jawabnya. Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad), bukan Mawar Penghias Taman, tetapi Melati Pagar Bangsa yang merupakan semboyan atau slogan yang tidak diartikan secara harfiah berdasarkan konteks kalimat tetapi sebagai khiasan yang mempunyai makna bahwa Kowad tidak berfungsi sebagai penghias saja. “Jayalah Srikandi Srikandi Kodam II Sriwijaya.”
|