TRADISI DI BULAN RAMADHAN, MERIAHNYA ARAKAN SAHUR DI KOTA KUALA TUNGKAL
Minggu, 05 Juli 2015 (16:51)
Kuala Tungkal. (Koramil 419-01) Salah satu kreasi kreatif masyarakat Kuala tungkal di bulan puasa ini setiap Sabtu malam atau malam Minggu (05/07/15), di Kuala Tungkal Kab. Tanjab Barat selama bulan suci Ramadhan, ada arakan sahur. Ritual budaya setempat ini, merupakan tradisi masyarakat yang punya nilai edukasi dan hiburan bagi warga Kuala Tungkal, ujar Danramil Tungkal ilir Kapten Inf Gunawan.
Suasana kemeriahan sudah mulai terdengar sejak sabtu sore dan malamnya mulailah ada arak-arakan, bebunyian bedug atau gendang, besi yang dipukul berirama, membuat Kuala Tungkal betul-betul ramai. Menariknya, alat-alat musik yang digunakan merupakan benda dari barang bekas, seperti drum, besi bulat dan bambu. Tapi yang dominan tak kalah penting, adalah besi dan beduk. Ini yang akan dimainkan dengan irama oleh anak-anak atau orang muda Kuala Tungkal. Mereka dalam riuh-rendah musik, akan berarak-arak dengan membawa kreasi miniatur kreatif seperti kapal-kapalan, Al Quran besar, miniatur masjid, hingga burung merak dan lain sebagainya ujar Gunawan. Asyiknya terkait arak-arakan sahur di Kuala Tungkal, semua warga menyambutnya dengan gembira. Pukul 22.00 WIB, orang-orang di sekitar kota Kuala Tungkal, mulai keluar rumah untuk menyaksikan arakan sahur. Mereka mencari-cari tempat yang nyaman untuk menyaksikan arakan sahur. Acara akan berakhir menjelang waktu sahur. Rute arakan sahur setiap minggunya berganti. Biasanya arakan sahur melewati jalan-jalan pusat kota. Lalu para penonton akan berdiri di tepi-tepi jalan. Motor-motor pun terparkir rapi di tepi jalan pada rute arakan sahur berlangsung. Teriakan teriakan lantang para peserta, pemuda dan anak-anak serta para tetua yang ikut turut serta dalam arakan sahur ini, membuat gemuruh semangat Ramadhan kian terasa. Nyanyian pujian kepada sang pencipta serta lagu-lagu daerah asal Kuala Tungkal juga turut dibawakan. Desakan-desakan penonton sebelum acara dimulai, membuat kota Kuala Tungkal semakin ramai dan penuh sesak. Arakan sahur ini semacam festival budaya, ujar Gunawan. Setiap kelompok masyarakat menghadirkan timnya untuk memeriahkan arakan sahur. Mereka akan hadir dengan kreasi arak-arakan kendaraan hias. Juga menyiapkan kemampuan bermain musik yang terbuat dari barang-barang bekas. Tentunya tim juri yang disediakan akan memilih yang terbaik. Tapi bagi warga masyarakat setempat, bukan menang kalah arakan yang menjadi utama, melainkan kemeriahan, kerjasama dan kekompakkan yang terjalin, serta menjadi bagian dari pelestarian budaya di Kota Kuala Tungkal. Arak-arakan sahur ini, memang khas Kuala Tungkal. Makanya, ketika Ramadhan masuk, mereka, sudah siap-siap berkreasi untuk menyiapkan kendaraan, kreasi musik, agar menjadi bagian penting arakan sahur di Kuala Tungkal, ujar Gunawan diakhir bincang kami. (terdim tanjab).
|