DANREM 043 GATAM BERI PENGARAHAN BABINSA TULANG BAWANG
Rabu, 24 Juni 2015 (19:17)
Saibumi.com, Bandar Lampung – Komandan Korem (Danrem) 043 Garuda Hitam Kol (Arm) Winarto memberikan pengarahan khusus pada para Bintara Pembina Desa (Babinsa) pasca ketegangan yang terjadi di Tulang Bawang. Kepala Penerangan Korem 043 Garuda Hitam Mayor (Inf) CH Prabowo menyampaikan hal ini lewat email yang dikirimkannya pada Saibumi.com, Rabu 24 Juni 2015.
"Dilakukan disela-sela kunjungan langsung yang dilakukan Danrem ke lokasi bentrok massa di tanggul Penangkis Kecamatan Rawa Jitu Timur Kabupaten Tulang Bawang pada Minggu 21 Juni 2015 lalu. Secara khusus Danrem meminta waktu untuk memberikan arahan kepada para Babinsa yang bertugas diwilayah Kodim 0426 Tulang Bawang," kata Prabowo. Pengarahan tersebut digelar dihalaman Koramil 426-03 Rawajitu "Danrem menekankan kepada para Babinsa untuk lebih peka dengan keadaan dan situasi di wilayah binaannya masing-masing. Perhatian khusus diberi pasca situasi panas kemarin supaya tidak merembet atau ada kejadian susulan lagi," tambah Prabowo. Danrem mengingatkan para Babinsa supaya keributan sejenis bisa langsung dicegah sedini mungkin. "Danrem perintahkan para Babinsa mengedepankan pembinaan teritorial sesuai fungsi komando," lanjut Prabowo. Dalam pengarahannya tersebut, Danrem didampingi Dandim 0426 Tulang Bawang Letkol (Inf) Endar Setianto serta Wadanramil 426-03 Rawa Jitu Kapten (Inf) Sukirno. Sebelumnya pada Minggu 21 Juni 2015 sekitar pukul 14.00 WIB terjadi ketegangan antara pengurus muatan PT Pratama Nusantara Sakti (PNS) penghasil tebu dari Kecamatan Sungai Menang Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan pengurus organisasi P3UW di tanggul Penangkis Kecamatan Rawa Jitu Timur Kabupaten Tulang Bawang. Permasalahan tersebut terjadi berawal dari pihak keamanan portal P3UW menyetop mobil truk PT PNS sebanyak 6 unit dan melarang melewati Portal Tanggul Penangkis saat hendak menuju dermaga tanah merah Blok 15 Kampung Bumi Dipasena Sejahtera Kecamatan Rawa Jitu Timur. Pihak P3UW melarang enam truk tersebut lewat dari wilayah mereka karena menilai PT PNS tidak mematuhi kesepakatan yang sebelumnya sudah tertuang dalam MoU antara PT PNS dengan P3UW. Kerumunan massa yang tercipta dari kedua belah pihak menghasilkan ketegangan yang memanas sebelum bisa diredam pihak kepolisian dan TNI.(*)
|