KETERLAMBATAN BIBIT MERESAHKAN PETANI (Pupuk dan Harga Masih Menjadi Keluhan Utama)
Selasa, 12 Mei 2015 (15:19)
MARTAPURA, TRIBUN-Dalam mendukung program pemerintahan menuju indonesia swasembada pangan, seluru jajaran anggota TNI dari koramil 403-03/Martapura, kabupaten OKU timur turun langsung kelapangan setiap harinya untuk berdiskusi dengan petani guna mengetahui keluhan petani untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Dandim 04/03 OKU melalui danramil martapura Kapten inf. Sunarto mengatakan, setiap hari dia dan seluru jajaran anggota koramil turun langsung kesawah-sawahuntuk membantu dan mendengarkan keluhan petani seputar pertanian untuk kemudian dilaporkan kepada pemerintah pusat agar segera di beri solusi. Tanggung jawab mengawal pertanian tersebut kata Sunarto merupakan perintah yang harus dijalankan dari panglima tertinggi. Bahakan dalam hal pertanian, anggota TNI tidak ingin bermain-main karena resikonya sangat besar. Waktu pembukaan swasembada pangan beberapa waktu lalu, panglima suda menegaskan bahwa program ini harus berhasil, karena jika tidak mulai dari panglima hingga jajaran kodam II/Sriwijaya akan di mutasi. Ini merupakan tantangan bagi kami dan swasembada pangan ini tidak boleh gagal katanya. Dikatakan Sunarto,untuk mencapai hasil yang maksimal bahkan terkadang anggota TNI ikut menemani petani menanam padi ke sawah agar pola tanam sesuai dengan prosedur yang telah diajarkan demi hasil yang maksimal. Sayangnya saat ini masalah masi seputar pupuk. Petani mengeluh sedikitnya jatah pupuk tidak sesuai dengan luas lahan yang ada. Selain itu keluhan petani lainnya adalah keterlambatan pendistribusian benih yang terkadang memaksa petani harus menggunakan bibit sendiri yang tentu saja harus menambah biaya produksi.Mudah-mudahan ini segera teratasi karena semuanya sudah kita laporkan kepada pimpinan, katanya. Sunarto menegaskan kepada para petani bahwa setiap bantuan yang diberikan pemerintah mulai dari bibit hingga traktor dan sebagainya tidak pernah ada biaya tambahan. Petani ditekankan agar segera melapor jika dalam pendistribusian bantuan dipungut biay. Karena ada laporan bahwa beberapa oknum bekerjasama dengan oknum lainnya untuk memungut biaya kepada petani saat menyerahkan bantuan. Dan ini kita tekankan kepada petani untuk melaporkan jika ada, tegasnya. Selain itu kata dia, keluhan lainnya yang kerap diterima anggota dilapangan adalah berbagai penyakit tanaman padi seperti patah leher dan penyakit lainnya yang langsung kita sampaikan kepada penyuluh untuk segera diatasi. Keluhan lainnya adalah masalah harga. Selalu anjlok memasuki musim panen. Mudah-mudahan ini segera bisa diatasi demi kesejahteraaan petani yang akan datang, katanya. Sementara hanifah, petani asal kecamata MARTAPURA mengaku cukup terbantu dengan petugas TNI yang turun langsung kelapangan untuk membantu penanam padi dan pengawasan bibit dan pupuk. [hen/sp]
|