HARI JUANG KARTIKA
Senin, 15 Desember 2014 (17:15)
Palembang, (Pendam II/Swj) Hari Juang Kartika ke 69 yang jatuh pada tanggal 15 Desember 2014 diperingati di Kodam II/Swj, Senin (15/12/2014) di lapangan Makodam II/Swj dipimpin langsung Pangdam II/Swj Mayjen TNI Iskandar M.Sahil.
Momentum peringatan Hari Juang Kartika ini, hendaknya dapat dijadikan sebagai wahana untuk melakukan instrospeksi dan mawas diri terhadap pelaksanaan tugas yang telah dilakukan dalam kurun waktu satu tahun yang lalu, sekaligus untuk membulatkan tekad dalam mengoptimalkan pengabdian TNI AD ke depan. Kasad Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam amanatnya yang dibacakan Pangdam II/Swj Mayjen TNI Iskandar M.Sahil mengingatkan bahwa Pesan Bapak Panglima Besar Jenderal Sudirman bahwa prajurit bukanlah tentara sewaan dan bukan Tentara bayaran, politik Tentara adalah politik negara, dan loyalitas Tentara hanya untuk kepentingan bangsa dan negara. Dalam konteks tersebut kita maknai bahwa sejak lahir TNI tidak berpolitik praktis sehingga tidak terkotak-kotak dalam berbagai kepentingan, dan loyalitas TNI adalah loyalitas tegak lurus sesuai jenjang herarkhi mulai dari Pimpinan paling rendah sampai dengan Presiden selaku Panglima Tertinggi TNI serta wajib bagi TNI untuk mendukung sepenuhnya kebijakan Pemerintah dalam menjalankan program pembangunan. Lebih lanjut Kasad juga menyampaikan inti sari pengarahan Presiden RI, Bpk Ir. H. Joko Widodo kepada para Pangkotama, Kabalakpus dan peserta Apel Danrem Dandim terpusat TA. 2014 di Pangkalanbun Kalimantan Tengah tanggal 5 Desember 2014 yang lalu, Bapak Presiden menyampaikan visi Pemerintah yaitu “Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”. Sedangkan pokok-pokok keinginannya Untuk mewujudkan Visinya tersebut adalah melalui swasembada pangan dalam tiga tahun, pembangunan jalan dan jalan tol, pembangunan trans kereta api, pembangunan pelabuhan, pemenuhan kebutuhan listrik rakyat, pembangunan waduk/bendungan dan irigasi, menghentikan perambah hutan, pembangunan poros jalan di sepanjang perbatasan, darurat narkoba, dan deradikalisasi faham terorisme. Setelah upacara dilanjutkan dengan berbagai atraksi yakni penampilan dari Drum Band SMA Negeri 1 Palembang, kemudian disusul dengan penampilan Ibu-ibu Persit Cabang 12 Yonkav 5/Serbu yang memperagakan bongkar pasang senjata laras panjang dan pistol dengan waktu 12 detik dan melempar kapak dari atas motor yang melaju kencang, atraksi ini mendapat aplaus dari para hadirin yang hadir. Selain itu, peringatan hari Juang Kartika yang mengangkat tema: “Bersama Rakyat TNI AD Kuat, Bersama TNI AD Rakyat Damai dan Sejahtera”, juga menampilkan drama kolosal Perang Lima Hari Lima Malam, dimana Agresi Belanda masuk ke kota Palembang pada tanggal 5 Januari 1947 dan mendapat perlawanan sengit dari laskar dan TRI di Charitas Palembang.
|