OPINI : REFLEKSI PERINGATAN HARI JUANG KARTIKA
Minggu, 14 Desember 2014 (19:14)
Palembang, (Pendam II/Swj) Wakapendam II/Swj Letkol Inf Paiman Tanggal 15 Desember 2014 hari ini, TNI AD memperingati hari jadinya yang ke-69, atau dikenal dengan nama Hari Juang Kartika. Hari Juang Kartika merupakan peringatan peristiwa bersejarah perjuangan para pendahulu TNI AD bersama rakyat, melawan musuh yang ingin menjajah kembali bumi pertiwi, di Ambarawa pada tanggal 12 Desember 1945 hingga 15 Desember 1945, enam puluh sembilan tahun silam.
Ketika itu, Pasukan Tentara Keamanan Rakyat atau TKR yang merupakan cikal bakal TNI, bersama-sama dengan rakyat dibawah Pimpinan Kolonel Soedirman, sebagai Komandan Divisi V Banyumas, berjuang mati-matian untuk mengusir Tentara Sekutu keluar dari Ambarawa. Walaupun menggunakan persenjataan sederhana dan sarana seadanya, tetapi dengan semangat juang yang tinggi, keuletan, keberanian, sikap pantang menyerah dan rela berkorban, akhirnya mampu menghadapi pertempuran sengit secara singkat, dengan hasil yang cukup gemilang. Awalnya peristiwa ini diperingati sebagai Hari Infanteri, namun pada perkembangan selanjutnya, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 163 Tahun 1999 tanggal 14 Desember 1999, tanggal 15 Desember ditetapkan sebagai Hari Juang Kartika TNI AD Selama 69 tahun pengabdiannya, TNI AD sebagai bagian integral dari TNI dan perjuangan bangsa senantiasa senantiasa berperan aktif di kancah perjuangan bangsa Indonesia. Pada setiap episode perjuanganya, TNI AD senantiasa memelihara kelangsungan hidup bangsa agar perjuangan yang telah dikristalkan dalam proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 tetap terjaga dan terjauh dari rongrongan yang ingin merobek-robek hasil perjuangan. Oleh karena itu, TNI AD dalam pengabdiannya senantiasa bersama-sama rakyat, dengan dilandasi jiwa serta semangat pantang menyerah, rela berkorban, persatuan dan kesatuan guna menjaga kelestarian NKRI. Bersama Rakyat TNI AD Kuat Peringatan HUT ke-69 TNI AD kali ini mengusung tema Bersama Rakyat TNI AD Kuat, Bersama TNI AD, Rakyat Damai dan Sejahtera. Tema ini secara jelas menyiratkan komitmen, tekad, orientasi dan ketegasan sikap TNI AD dalam menjalankan tugas negara matra darat dalam menjaga kedaulatan NKRI. Tekad bersama rakyat TNI AD kuat mengandung makna bahwa kemanunggalan TNI-rakyat adalah sumber kekuatan utama TNI dalam mengemban tugas-tugas negara. Sejarah mencatat, TNI / TNI AD lahir, tumbuh dan berkembang bersama rakyat. Kemanunggalan TNI Rakyat telah menghasilkan prestasi gemilang di dalam mempertahankan kedaulatan negara maupun dalam peran serta menjalankan roda pembangunan nasional. Sejarah telah membuktikan, bahwa kebersamaan TNI dan rakyat sebagai satu kekuatan, telah berhasil mengatasi berbagai ancaman, gangguan dan hambatan yang dihadapi bangsa ini. Negara ini akan tetap berdiri dengan kokoh, bila seluruh komponen bangsa ini bersatu padu dan bersinergi. Seperti yang telah dipesankan bapak TNI, Panglima Besar Jenderal Sudirman bahwa Negara Indonesia tidak cukup dipertahankan oleh tentara saja, maka perlu sekali mengadakan kerja sama yang seerat-eratnya dengan golongan serta badan-badan di luar tentara. Pesan tersebut mengandung makna bahwa untuk mempertahankan kedaulatan negara dan membangun bangsa ini, mutlak diperlukan kebersamaan, keterpaduan dan sinergitas seluruh komponen bangsa, perlu kemanunggalan TNI dengan rakyat. Bahkan Presiden RI ke-6 SBY pernah menegaskan bahwa saat ini dan kedepan bahkan sampai kapanpunpun kemanunggalan TNI-rakyat adalah pilar bagi tegak dan kokohnya TNI sebagai kekuatan militer handal dan mampu menjalankan tugas pokoknya. Sejarah juga mencatat dan membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat merupakan strategi dan sekaligus kekuatan yang tak tertandingi dalam implementasi konsep sistem pertahanan rakyat semesta. Bersama rakyat, TNI AD akan semakin kuat dalam menjaga kedaulatan negara dan keutuhan NKRI. Oleh karenanya, kebersamaan TNI dengan rakyat harus terus dimantabkan, Kedepan, TNI / TNI AD tidak hanya bersandar pada keunggulan teknologi peralatan perang, namun juga harus tetap memelihara dan memantapkan kekuatan pertahanan berbasis kerakyatan. Perpaduan keunggulan teknologi senjata dan keunggulan militansi dan soliditas prajurit dengan rakyat terbukti menjadi senjata yang ampuh dan mampu menggandakan kekuatan pertahanan negara. Bersama TNI AD, Rakyat Damai dan Sejahtera. Bila semasa perang kemerdekaan, TNI AD bersama rakyat berjuang untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka pada masa kini, TNI AD sebagai alat pertahanan negara matra darat ikut bersama-sama rakyat bahu membahu membantu dan mengatasi kesulitan yang sedang dihadapi rakyat. Pada dasarnya masyarakat, menginginkan damai dan sejahtera, sehingga TNI sebagai alat negara di bidang pertahanan akan berjuang total demi kedamaian dan kesejahteraan rakyat. Siapapun yang tidak ingin bangsa ini damai, maka TNI termasuk TNI AD akan berada di barisan depan untuk menindaknya. Sesuai dengan jati dirinya sebagai tentara rakyat, tentara yang berasal dari rakyat dan berjuang demi kepentingan rakyat, maka sudah sepatutnya TNI/TNI AD ikut merasakan denyut nadinya rakyat, ikut membantu kesulitan yang dihadapi rakyat. Terlebih bila dihadapkan dengan kondisi masyarakat Indonesia yang sebagian masih hidup dalam kondisi miskin dan taraf pra-sejahtera. Bantuan dan uluran tangan semua pihak termasuk TNI AD, tentunya sangat berarti bagi kehidupan mereka. Hal ini juga sejalan dengan komitmen TNI AD untuk senantiasa peduli dan membantu kesulitan yang sedang dihadapi rakyat, melalui kegiatan pemberdayaan wilayah pertahanan (pembinaan teritorial). Implementasinya, Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo telah mengeluarkan kebijakan dengan istilah “Serbuan Teritorial”, yakni melakukan berbagai kegiatan nyata yang dilaksanakan oleh seluruh prajurit dan Satuan jajaran TNI AD secara serentak, serius, terarah, bersama-sama, terpadu, dan terintegrasi, yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat sehingga diperoleh hasil yang optimal dalam mewujudkan terciptanya kemanunggalan TNI-Rakyat. Jabaran dari kebijakan Kasad tersebut, satuan jajaran TNI AD telah, sedang dan akan terus melaksanakan berbagai program pembinaan teritorial guna meningkatkan kesejahteraan rakyat antara lain program TMMD, TNI Manunggal KB Kesehatan, TNI Manunggal Buta Aksara, Bakti Sosial, pembinaan pramuka, bela negara dan berbagai program bhakti TNI lainnya. TNI AD juga berkomitmen untuk mendukung penuh program pemerintah baik pusat maupun daerah, seperti program ketahanan pangan, penanggulangan kebakaran hutan, penanggulangan bencana alam, dan lain sebagainya. Pada peringatan Hari Juang Kartika kali ini satuan jajaran TNI AD di seluruh wilayah tanah air, termasuk di wilayah Kodam II/Swj juga menggelar berbagai kegiatan sosial, seperti donor darah, pengobatan massal, sunatan massal, karya bhakti dan berbagai aksi sosial lainnya. Komitmen TNI untuk membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat ini tentunya harus terus digalakkan, muaranya adalah terbangun dan semakin mantabnya kemanunggalan TNI dengan rakyat. Karena kemanunggalan TNI dengan rakyat inilah yang menjadi kekuatan ampuh dalam menghadapi berbagai permasalahan bangsa, saat ini dan kedepan. Sebagai asset Negara, peran TNI termasuk TNI AD begitu besarnya. Oleh karena itu, agar mampu melaksanakan tugasnya secara optimal, TNI AD harus terus mawas diri dan berbenah, untuk meningkatkan kualitas sumber daya prajurit, kesejahteraan prajurit dan pemenuhan/modernisasi Alutsistanya. Semua komponen bangsa ini, harus ikut berkontribusi dan membesarkan TNI AD agar menjadi besar dan eksis, disegani kawan dan ditakuti lawan, tetapi tetap mencintai dan dicintai rakyatnya. Dirgahayu Hari Juang Kartika TNI AD.
|