MANUNGGAL SUBUH KE 97 DI MASJID MUHAMMAD CHENGHO SRIWIJAYA JAKABARING PALEMBANG; JADIKAN SARANA BERSILATURRAHMI DAN WAHANA MEMPERTEBAL IMAN SERTA MENIMBA ILMU AGAMA.
Kamis, 20 Februari 2014 (15:51)
Palembang,(Pendam II/Swj), Pangdam II/Swj Mayor Jenderal TNI Bambang Budi Waluyo yang diwakili oleh Kasdam II/Swj Brigjen TNI Toto S Moerasad S.Ip., M.M, bersama dengan para Prajurit TNI, Polri dan PNS segarnizun Palembang, Tokoh Agama serta Tokoh masyarakat Palembang. melaksanakan sholat subuh berjamaah. Kegiatan yang sudah menjadi Program rutin Kodam II/ Sriwijaya setiap Satu bulan sekali yang lebih di kenal dengan Manunggal Shubuh. Yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan Prajurit Kodam II/ Sriwijaya khususnya yang beragama Islam, sekaligus untuk memelihara silaturrahmi dan Ukhuwah Islamiah antara prajurit Kodam II/ Sriwijaya dan masyarakat sekitarnya. Kamis 20 Februari 2014 bertempat di Masjid Muhammad Chengho Jaka Baring Palembang,
Pangdam II/Swj dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kasdam II/Swj mengatakan bahwa, Manunggal subuh yang secara rutin untuk kita laksanakan juga merupakan wahana untuk menimba ilmu agama dan sarana untuk mempertebal keimanan kita. Sebagaimana kita maklumi bersama bahwa fungsi Masjid pada hakikatnya mengandung dua makna, yaitu berfungsi sebagai sarana ibadah atau hablumminallah dalam rangka membentuk karakter insani yang diridhoi Allah SWT dan berfungsi sebagai sarana komunikasi sosial atau yang lazim kita sebut dengan hablumminannas, yaitu sebagai tempat bersilaturahmi dalam rangka membangun ikatan kebersamaan dan persaudaraan. Bila kedua fungsi Masjid ini dapat kita wujudkan, saya yakin keberadaan kita sebagai komponen bangsa sesuai dengan tugas dan profesi kita masing-masing akan sangat berarti bagi bangsa ini, karena dalam jiwa kita telah terpatri dengan kokoh keimanan dan ketakwaan serta semangat kemanunggalan antar komponen bangsa yang senantiasa kita bangun melalui berbagai momen komunikasi sosial, seperti kegiatan manunggal subuh ini. Dengan adanya semangat kemanunggalan antar komponen bangsa, maka situasi kondusif akan terwujud, ketahanan wilayah akan selalu terjaga dan kedaulatan NKRI akan tetap terpelihara. Situasi kondusif seperti inilah yang menjadi harapan dan tujuan kita bersama. Dengan adanya situasi yang kondusif, maka kita dapat melaksanakan aktivitas dan kegiatan dengan aman, tenang dan damai. Di berbagai wilayah di Indonesia saat ini sedang ditimpa berbagai bencana, baik berupa gempa bumi, gunung meletus, banjir, tanah longsor dan sebagainya. Sebagai umat yang beriman, kita meyakini bahwa semua itu merupakan ujian dari Allah SWT. Banyak hikmah yang dapat kita petik dari peristiwa ini, di samping kita harus selalu mendekatkan diri kepada-Nya, kita tentunya dapat menarik pelajaran untuk selalu memperhatikan perkembangan dan situasi lingkungan disekitar kita. Lebih lanjut Pangdam II/Swj mengatakan bahwa, Keserakahan manusia dalam mengelola alam secara tak terkendali, akan mengakibatkan timbulnya bencana, karena alam dengan gayanya sendiri atas izin dan kehendak Sang Khalik tentu akan melakukan penyeimbangan terhadap dirinya sendiri. Untuk menyikapinya, dalam memanfaatkan alam kita harus bersikap bijak jangan sampai menimbulkan kerusakan yang pada akhirnya akan mendatangkan bencana seperti yang sering terjadi akhir-akhir ini, karena akibat dari bencana tersebut tidak hanya harta benda saja yang hilang bahkan nyawapun turut melayang. Sebagai sesama warga bangsa, kita tentu merasa sangat prihatin, sedih, haru dan turut berduka atas bencana ini, karenanya marilah kita berdo’a semoga saudara-saudara kita, yang terkena bencana diberikan kekuatan iman, ketabahan dan keikhlasan dalam menerima musibah ini. Sementara itu Ustadz H. Taufik Hasnuri dalam tauziahnya mengatakan bahwa, musibah yang menimpa bangsa Indonesia akhir-akhir ini dimana bencana alam silih berganti terjadi, hendaknya dijadikan sarana Instrofeksi diri, karena allah SWT telah berjanji, Seandainya Penduduk di suatu negeri beriman Kepada Allah SWT, pasti Allah SWT membukakan keberkahan dari langit dan bumi karena kehancuran dimuka bumi ini akibat ulah tangan manusia itu sendiri. Pada kesempatan tersebut penyerahan bantuan secara simbolis berupa 100 Sak semen untuk pembangunan Masjid Muhammad Chengho Sriwijaya Palembang oleh Kasdam II/ Sriwijaya kepada pengurus masjid Chengho Sriwijaya Palembang. Hadir pada kesempatan tersebut, Gubernur Sumsel yang diwakili Asisten III, Para Pejabat teras Kodam II/Swj, Para Dan/ Kabalakdam II/Swj, Danlanal, Danlanud Palembang, para Prajurit TNI, Polri dan PNS Segarnizun Palembang, Pengurus Masjid Muhammad Chengho Sriwijaya Palembang serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Palembang.
|