Asah Naluri Tempur, Pangdam II/Sriwijaya Pimpin Apel Pemberangkatan Latihan Brigif 8/GC dan Yonzipur 2/SG
Rabu, 15 Oktober 2025 (11:48)
Dalam rangka memelihara dan meningkatkan kualitas tempur prajurit, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., memimpin langsung apel pemberangkatan latihan bagi personel Brigif 8/Garuda Cakti dan Yonzipur 2/SG. Kegiatan apel berlangsung di Lapangan Makodam II/Sriwijaya pada Rabu (15/10/2025), sebagai bentuk pelepasan resmi sebelum para prajurit mengikuti latihan di Pusdikpassus, Batujajar.
Dalam amanatnya, Pangdam II/Sriwijaya menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan negara kepada prajurit Brigif 8/GC dan Yonzipur 2/SG adalah kehormatan yang luar biasa. Oleh karena itu, para prajurit diminta untuk melaksanakan latihan dengan semangat tinggi, tanggung jawab penuh, serta menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap tahapan kegiatan.
Latihan ini akan dilaksanakan mulai tanggal 17 Oktober hingga 15 November 2025 di Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus) Batujajar. Pangdam menekankan bahwa latihan ini harus diperlakukan sebagai simulasi nyata dari tantangan medan tugas sebenarnya, sehingga dibutuhkan kesungguhan, disiplin, serta totalitas dalam pelaksanaannya.
Selama latihan berlangsung, para prajurit diharapkan mampu mengasah kemampuan taktik dan teknik tempur, baik secara perorangan maupun satuan. Selain itu, latihan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama dan koordinasi antar individu serta unsur, meningkatkan kesiapsiagaan, naluri tempur, dan membentuk mental juang yang tangguh.
“Semakin keras kalian berlatih, semakin mudah kalian berjuang di medan yang sesungguhnya,” tegas Mayjen TNI Ujang Darwis. Ia juga mengingatkan seluruh prajurit untuk menjaga kesehatan dan kebugaran fisik selama latihan, mengingat medan Papua yang menantang dapat menguras stamina dan mental jika tidak disiapkan dengan matang.
Tak kalah penting, Pangdam juga menekankan pentingnya sikap dan perilaku yang baik selama berada di daerah latihan. Para prajurit diminta untuk menghormati adat istiadat dan kearifan lokal masyarakat sekitar, serta membangun hubungan yang positif dengan warga sebagai bagian dari upaya memenangkan hati rakyat.
Mengakhiri amanatnya, Pangdam mengingatkan agar seluruh peserta latihan tidak melakukan pelanggaran sekecil apa pun. Kewaspadaan dan kedisiplinan harus dijaga dengan ketat, serta tidak meremehkan kondisi dan potensi ancaman yang ada. “Latihan ini bukan hanya untuk mengasah kemampuan, tetapi juga menjadi tolok ukur kesiapan kalian sebagai prajurit profesional yang siap diterjunkan kapan saja dan di mana saja,” pungkasnya.
|