Selamat Datang Di Website Kodam II/Sriwijaya "Patah Tumbuh Hilang Berganti"  Manunggal Dengan Rakyat TNI AD Kuat.
Search



17/07/2018 13:13:42

Menu Utama

 HOME
 NORMA
       Sapta Marga
       Sumpah Prajurit
       11 Asas Kepemimpinan
       8 Wajib TNI
       Panca Prasetya Korpri
       Perintah Harian Panglima TNI
 PRASAJA
       Struktur
       Pangdam
       Kasdam
       Jajaran
       Hari Jadi
       Peta Dislokasi Satuan Kodam II
       Penugasan
       Visi & Misi Kodam II
 SEJARAH
       Organisasi
       Panglima
       Sesepuh
       Pergolakan
       Perjuangan
       AM Belanda
       Kisah Heroik
 IDENTITAS
       Lambang
       Pataka
       Mars
 SATUAN KODAM II/ SWJ
       KOREM
       BATALYON
 PENDAFTARAN PRAJURIT
       Pendaftaran AKMIL
       Pendaftaran PA PK
       Pendaftaran Bintara
       Pendaftaran Tamtama
       Pendaftaran Beasiswa PA PK
 KONTAK
 GALLERY
 COMMENTS
 PENERANGAN PASUKAN
       PENERANGAN PASUKAN
 ARTIKEL
Latest News

DANDIM BELITUNG PIMPIN PEMBERSIHAN OBYEK WISATA SD LASKAR PELANGI
16/07/2018 15:03
OKNUM ANGGOTA TNI TERDUGA PELAKU PELECEHAN SEKSUAL DALAM PROSES PENYELIDIKAN PETUGAS POLISI MILITER POMDAM II/SWJ
15/07/2018 19:29
TNI AD MULAI REHAB RUMAH ZOHRI, SINERGITAS KOMPONEN BANGSA
14/07/2018 16:37
KAPENDAM II/SWJ : "TIDAK ADA ANGGOTA TNI TERLIBAT NARKOBA"
13/07/2018 21:28
KASAD : FORUM SILATURAHMI DENGAN KBT SEBAGAI PENEGASAN KOMITMEN NETRALITAS TNI AD
13/07/2018 19:30
DANREM MEMBERIKAN SANTUNAN KEPADA ANAK PANTI ASUHAN
13/07/2018 14:56
KASAD: PROYEKSI KEKUATAN KOSTRAD MENGATASI 3 TROUBLE SPOT
12/07/2018 21:30
PANGLIMA TNI : PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH MERUPAKAN PONDASI DASAR BAGI ANAK-ANAK
12/07/2018 14:53
MASYARAKAT JANGAN SEGAN BERKOMUNIKASI DENGAN POLISI MILITER
11/07/2018 14:27
PARTISIPASI PRAJURIT KODAM II/SWJ MEMBANTU PENANAMAN RUMPUT DI LAPANGAN TEMBAK JAKABARING
10/07/2018 14:44
Email

INTERNAL E-MAIL

 

Calendar

Juli 2018
MiSnSeRbKmJmSb
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031    

PANGLIMA TNI : MAHASISWA HARUS WUJUDKAN MIMPI YANG TINGGI MENJADI BANGSA PEMENANG

Selasa, 22 Agustus 2017 (08:06)

(Puspen TNI).  

Dalam menghadapi kompetisi global saat ini diperlukan orang-orang yang mempunyai mimpi yang tinggi, karena mimpi adalah cita-cita yang harus diraih.  Oleh karena itu, mahasiswa sebagai generasi penerus harus mempunyai mimpi yang tinggi guna mewujudkan Indonesia menjadi bangsa pemenang.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan Kuliah Umum dengan tema "Tantangan dan Peluang Menjadi Bangsa Pemenang Dalam Kompetisi Global", dihadapan 2.800 Mahasiswa Universitas Trisakti, pada acara Peresmian Mahasiswa Baru dan Aksi Muda Trisaksi 2017, bertempat di Kampus Trisakti Jl. Kyai Tapa No.1, Grogol, Jakarta Barat, Minggu (20/8/2017).

"Yang kuliah di kedokteran jangan hanya mimpi menjadi seorang Dokter Umum atau Dokter Gigi tetapi  harus  mimpi  memiliki rumah sakit, karena rumah sakit tidak hanya  satu orang dokter, tetapi ada Dokter Gigi, Dokter Spesialis dan lainnya. Begitu juga yang kuliah jurusan Arsitek  harus bercita-cita memiliki perusahaan yang besar, dan seorang yang kuliah jurusan Akuntan harus bermimpi memiliki Bank," jelas Panglima TNI.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan bahwa memang tidak mudah mewujudkan mimpi yang tinggi itu.  "Mimpi itu bisa terwujud dengan selalu belajar, ikhtiar dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa secara konsisten dan harus optimis mencapai mimpi tersebut," ucapnya.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa  mimpi tinggi tidak akan bisa diwujudkan secara sendiri, tetapi dibutukan network untuk mendukung dan mewujudkannya sebagai salah satu jembatan meraih sukses, sehingga harus menjaga komunikasi atau hubungan baik dengan siapa saja terutama teman-teman sesama mahasiswa. "Untuk meraih mimpi yang tinggi dan menjadi kenyataan ada kuncinya, yaitu harus berdo'a kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, fokus, optimis, aksi, dan fleksibel," ujarnya.

Menyikapi kompetisi global,  Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa kompetisi global disebabkan perkembangan penduduk dunia luar biasa dan semakin hari semakin bertambah, sementara itu energi dan pangan makin berkurang.  Hal ini yang menyebabkan persaingan global antar negara di dunia yang semakin sempit, sedangkan kebutuhan sumber daya alam berupa energi dan pangan semakin berkurang. "Konflik antar negara di seluruh dunia saat ini sejatinya dilatarbelakangi oleh perebutan energi dan pangan. Kedepan, konflik di dunia akan bergeser ke daerah ekuator salah satunya Indonesia," katanya.

Ancaman nyata bangsa Indonesia adalah kompetisi global antar negara yang berubah menjadi kompetisi antar manusia dalam bentuk migrasi lintas negara untuk mencari kehidupan yang lebih baik.  "Ini menjadi suatu peringatan dan harus kita waspadai, karena Indonesia sebagai salah satu negara ekuator yang kaya akan sumber daya alam," ungkap Panglima TNI.

Terkait dengan kekayaan alam Indonesia, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengutip pernyataan Presiden RI. "Bung Karno pernah mengingatkan kita tentang  kekayaan alam Indonesia akan membuat iri negara-negara lain di dunia.  Demikian juga Presiden RI Ir. Joko Widodo pada saat disumpah di Senayan dalam sambutannnya mengatakan kaya akan sumber daya alam justru akan menjadi petaka," tuturnya.

Mengakhiri kuliah umumnya, Panglima TNI menyampaikan bahwa Pancasila sebagai dasar negara sekaligus ideologi bangsa Indonesia sudah final, siapapun tidak boleh merubahnya. "Nilai-nilai sila pada Pancasila, apabila kita lakukan dengan konsisten dan benar maka apa yang menjadi tujuan nasional yaitu mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pasti tercapai," pungkasnya.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait insiden terbaliknya bendera Indonesia di Buku Panduan Sea Games ke-29 tahun 2017 di Kualalumpur, Malaysia, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmanyo menyayangkan insiden tersebut. "Saya sudah cek kepada Dubes Indonesia di Malaysia, dan sudah mengajukan nota protes kepada pemerintah Malaysia," ucapnya.

"Sangat disayangkan sebagai negara tetangga seperti itu, tapi sudah ada permintaan maaf dari pemerintah Malaysia soal terbaliknya bendera Indonesia. Kita harus berpikir positif, panitia juga sudah minta maaf. Berarti ketidaksengajaan itu," ujar Panglima TNI. 


 
Profil

 
 
 PANGDAM II/SWJ
MAYJEN TNI AM. PUTRANTO, S.Sos
 

  KASDAM  II/SWJ
BRIGJEN TNI SYAFRIAL, psc, M.Tr (Han)
LINK

 

Pemerintah Indonesia

 

    

   TNI        KEMHAN

 

 

TNI AL
   045 GAYA 
   BATALYON
   BATALYON
  
Penerangan Pasukan

Suara Sriwijaya

TNI-POLRI SIAP MENSUKSESKAN

ASIAN GAMES XVIII2018


 


Copyright © 2009 by Kodam II Sriwijaya. Development & Design by Digital Kreasi