Selamat Datang Di Website Kodam II/Sriwijaya "Patah Tumbuh Hilang Berganti"  Manunggal Dengan Rakyat TNI AD Kuat.
Search



16/12/2017 18:01:24

Menu Utama

 HOME
 NORMA
       Sapta Marga
       Sumpah Prajurit
       11 Asas Kepemimpinan
       8 Wajib TNI
       Panca Prasetya Korpri
       Perintah Harian Panglima TNI
 PRASAJA
       Struktur
       Pangdam
       Kasdam
       Jajaran
       Hari Jadi
       Peta Dislokasi Satuan Kodam II
       Penugasan
       Visi & Misi Kodam II
 SEJARAH
       Organisasi
       Panglima
       Sesepuh
       Pergolakan
       Perjuangan
       AM Belanda
       Kisah Heroik
 IDENTITAS
       Lambang
       Pataka
       Mars
 SATUAN KODAM II/ SWJ
       KOREM
       BATALYON
 PENDAFTARAN PRAJURIT
       Pendaftaran AKMIL
       Pendaftaran PA PK
       Pendaftaran Bintara
       Pendaftaran Tamtama
       Pendaftaran Beasiswa PA PK
 KONTAK
 GALLERY
 COMMENTS
 PENERANGAN PASUKAN
       PENERANGAN PASUKAN
 ARTIKEL
Latest News

HARI JUANG KARTIKA KE 72 MANUNGGAL DENGAN RAKYAT, TNI AD KUAT
16/12/2017 07:27
PANGDAM II/SWJ PIMPIN UPACARA HARI JUANG KARTIKA
15/12/2017 17:40
KOREM 041/GAMAS GELAR ZIARAH DALAM RANGKA HARI JUANG KARTIKA
15/12/2017 17:13
86 PERWIRA KODAM II/SWJ TERIMA SOSIALISASI UNIVERSITAS PERTAHANAN
14/12/2017 17:33
JELANG HARI LAHIR TNI AD WARGA KODAM II/SWJ PANJATKAN DO'A BERSAMA
14/12/2017 17:25
PERINGATI HJK, KORAMIL 418-07/SUKARAMI BEDAH RUMAH TIDAK LAYAK HUNI
14/12/2017 14:51
PERINGATI HJK Ke-72, KODAM II/SWJ ZIARAH ROMBONGAN
14/12/2017 14:22
ATRAKSI YONG MOO DO DAN DRAMA KOLOSAL WARNAI GLADI UPACARA HJK KE-72 DI SGS JASDAM II/SWJ
13/12/2017 22:37
200 PNS TNI GARNIZUN PALEMBANG TERIMA CERAMAH UMUM DI LANAL PALEMBANG
13/12/2017 16:19
WARGA KODAM II/SWJ PERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1439 H
13/12/2017 14:37
Email

INTERNAL E-MAIL

 

Calendar

Desember 2017
MiSnSeRbKmJmSb
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31      

SEJARAH

KODAM II/SRIWIJAYA
 

1. Kedatangan Tentara Jepang di Sumatera Selatan

Dalam Usaha menundukan daerah-daerah lainya, Pasukan Jepang yang tergabung dalam Datasemen Sakaguci dan dipimpin oleh Mayor Jenderal Sakaguci Shizuo, ditugaskan untuk menduduki daerah Palembang dan sekitar. Didukung oleh kekuatan artileri dan udara yang canggih Jepang membordir secara sporadis kota Palembang dan berusaha menduduki Objek vitas seperti Plaju, Sungai Gerong sampai daerah penghasil timah di Bangka-Belitung.

Mundurnya pihak Belanda sambil melakukan politik bumi hangus pabrik-pabrik dan jembatan praktis menghambat maju pasukan Detasemen Jepang. Pada tanggal 14 Februari 1942 pasukan Detasemen berhasil menduduki Palembang. Kemudian pasukan ini terus melaju kearah Karang Endah dan menggempur prabumulih dengan peralatan rampasan dari Belanda. Dan kemudian setelahnya dibagi menjadi dua untuk menuju lampung dan bergerak kearah kanan menuju linggau untuk menduduki wilayah jambi.

 

2. Pengaruh Pendudukan Jepang dalam Kehidupan di Sumatera Selatan

a. Bidang Pemerintahan

Pada masa pendudukan Jepang, wilayah administratif dibagi menjadi 13 berdasarkan Bun Syu yang meliputi :

  • Palembang
  • Talang Betutu
  • Komering Ilir (Kayu Agung)
  • Ogan Ilir (Tanjung Raja)
  • Musi Ilir (Sekayu)
  • Rawas (Saralangun)
  • Lematang Ilir (Muara Enim)
  • Lematang Ulu (Lahat)
  • Tanah Pasang (Pagar Alam)
  • Tebing Tinggi
  • Komering Ulu (Baturaja)
  • Musi Ulu (Lubuk Linggau)
  • Muara Dua

 

b. Bidang Pendidikan

Doktrinisasi "Saudara Tua" oleh Jepang diwujudkan juga dalam dunia pendidikan termasuk diataranya pembentukan HEIHO (Pendidikan Prajurit) dan GYUGUN - KANBU (Calon Perwira). Bahasa dan kebudayaan jepang mulai diajarkan dengan maksud disesuaikan pada kepentingan Jepang.

 

c. Kehidupan Ekonomi

Setelah Jepang berkuasa, pemerintahan jepang mengambil alih semua harta benda dan tanah milik belanda, perkebunan, bahkan termasuk tambang seperti Minyak, Batubara, Timah dan lain-lain semua dikuasai oleh jepang dengan pengurasan Tenaga Rakyat secara luar biasa yang dikenal dengan praktek kerja paksa ROMUSHA sehingga rakyat Indonesia pada masa jepang betul-betul mengalami penderitaan dan kemelaratan yang luar biasa.

d. Bidang Organisasi Kemasyarakatan

Menghadapi perang yang semangkit sengit melawan sekutu, Jepang mulai memobilisasi massa di Indonesia untuk ikut membantu mereka dengan membetuk serangkaian organisasi seperti : Seinendan, Seinentai, Gakuto-Tai, Heiho, Keibondan, Fujinkai. Dari organisasi tersebut biarpun tujuanya untuk kepentingan Jepang namun hal itu juga artinya kesempatan untuk berorganisasi secara bebas, di Sumatera Selatan tokoh-tokoh seperti Haji Raden Tjek Yan dan Dr. A.K Gani menjadi sponsor dari organisasi yang bernama Syu-Syangikai sebagai jalan untuk menentukan nasib sendiri.

 

e. Menjelang Proklamasi tahun 1945

Janji kemerdekaan yang belum juga diberikan Jepang sebagai pendorong bergabungnya para pemuda diorganisasi-organisasi bentukan Jepang semakin mempergenting penolakan terhadap pendudukan. Diluar negeri satu persatu daerah kekuasaan Jepang jatuh kepada Sekutu Jepang sengaja menutup kran informasi rakyat perihal ini. Menyerahnya Jepang kepada Sekutu tidak diduga sama sekali oleh masyarakat akibat kerasnya sensor informasi. Janji PM. Koiso pada 7 September 1944 kepada pimpinan dijakarta belum juga terwujud. Sehingga pejuang, pemuda dan rakyat di daerah termasuk Sumatera Selatan semakin tidak sabaran dan mengobarkan perlawanan kepada Jepang, hal ini malah menjadikan jepang semakin brutal dan bertindak kejam kepada rakyat akibat semakin memburuknya posisi mereka. Berturut-turut Saigon (Juli 1944) Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Kepulauan Marshall, mengakibatkan bobolnya perhtahanan Jepang dan terakhir pada Februari dan April 1945 Iwojima dan Okinawa diduduki oleh sekutu. Puncaknya setelah Bom atom di Nagasaki dan Hiroshima, kaisar Hiroito mengumumkan penghentian Perang Asia Timur Raya pada tanggal 15 Agustus 1945.

 

f. Pembentukan BKR di Sumatera Selatan

Pada 22 Agustus 1945 Berita kemerdekaan baru sampai di Sumatera Seletan dari operator Radio bernama Maelan. Selanjutnya disebar luaskan oleh Dr. AK. Gani dan dibentuklah BPKR (Badan Penjaga Keamanan Rakyat) beranggotakan 30 orang dengan pimpinan pertama kali Kolonel Hasan Kasim. Pelopor BKR di Sumatera Selatan antara lain : Zainal Abidin Ning, Hasan Kasim, Dani Effendi, dan Muhammad Nuh. Selain BKR laskar-laskar lain bergerak secara sendiri-sendiri dan salah satu yang paling berpengaruh dengan anggota yang sangat besar pada waktu itu adalah : Hizbullah. Dr. AK. Gani dengan cepat bertindak mengumpulkan para pemimpin laskar-laskar dan meminta kesedian untuk menjadikan BPKR sebagai komando utama.

 

g. Pembentukan Komandeman Sumatera

Konferensi TKR  (Tentara Keamanan Rakyat) yang berlansung di Yogyakarta 12 November 1945 dihadiri oleh TKR sejawa dan sumatera merumuskan untuk mengangkat Kolonel Sudirman sebagai Panglima Besar TKR dengan pangkat Jenderal pada 18 Desember 1945.

27 Desember 1945 Komandemen Sumatera dibentuk dengan :

  • Panglima Komandemen : Mayjen. Suhardjo Harjowardojo
  • Kepala Staff Komandenmen : Kolonel. Muhammad Nuh
  • Devisi I Sumsel  (Lahat) : Kolonel Mauluddin Simbolon
  • Devisi II Sumsel (Palembang) : Kolonel Muhammad Hasan Kasim
  • Devisi III Bukit Tinggi : Kolonel Dahlan Jambek
  • Devisi IV Sumatera Timur : Kolonel Achmad Taher
  • Devisi V Aceh Biruen : Kolonel Sama'un Gaharu
  • Devisi VI Sibolga : Kolonel Muhammaed Dien

Mayjen. Suhardjo Harjowardojo
Panglima Komandemen Sumatera (25 Desember 1945)


Komandan Sub Komandemen Sumatera Selatan I
Kolonen Hasan Kasim

 


Komandan Sub Komandemen Sumatera Selatan II
Dr. A.K Gani

 


Komandan Sub Komandemen Sumatera Selatan III
Kolonel M. Simbolon

 


h. Pembentukan Sub Komandemen Sumatera Bagian Selatan (SUBKOSS)

Akibat didukinya Bangka dan Belitung oleh Belanda, maka diadakan perombakan untuk mempertahankan 7 Resimen dibawah Sub Komandemen Sumatera Selatan dengan pejabat :

  • Komandan Sub Komandemen I :  Kolonel Hasan Kasim
  • Komandan Sub Komandemen II :  Dr. AK. Gani
  • Komandan Sub Komandemen III :  Kolonel Mauluddin Simbolon
  • Divisi I Garuda Lahat :  Kolonel Barlian
  • Divisi II Garuda Palembang :  Letkol. Bambang Utoyo
  • Ajudan :  Letda. BT Tobing
  • Kepala Staff :  Letkol. Iwan Supardi
  • Bagian Organisasi : Letkol NS. Effendi / Mayor Makmun Martawinata
  • Bagian Persenjataan : Mayor Darko
  • Bagian Intedance : Mayor A. Thahir
  • Bagian Penerangan : Kapten A. Thalib
  • Bagian Polisi Tentara : Kapten Yusuf Singadekane
  • Bagian Kesehatan : Mayor Dr. Ibnu Sutowo

 
Profil

 
 
 
PANGDAM II/SWJ
MAYJEN TNI AM. PUTRANTO, S.Sos
 

 
 KASDAM  II/SWJ
BRIGJEN TNI DR. MARGA TAUFIQ, S.H., M.H.
LINK

 

Pemerintah Indonesia

 

    

   TNI        KEMHAN

 

 

TNI AL
   045 GAYA 
   BATALYON
   BATALYON
  
Penerangan Pasukan

Suara Sriwijaya

 

MAJALAH EDISI 22


 MAJALAH EDISI KHUSUS
Copyright © 2009 by Kodam II Sriwijaya. Development & Design by Digital Kreasi