Selamat Datang Di Website Kodam II/Sriwijaya "Patah Tumbuh Hilang Berganti"  Manunggal Dengan Rakyat TNI AD Kuat.
Search



16/12/2017 17:52:40

Menu Utama

 HOME
 NORMA
       Sapta Marga
       Sumpah Prajurit
       11 Asas Kepemimpinan
       8 Wajib TNI
       Panca Prasetya Korpri
       Perintah Harian Panglima TNI
 PRASAJA
       Struktur
       Pangdam
       Kasdam
       Jajaran
       Hari Jadi
       Peta Dislokasi Satuan Kodam II
       Penugasan
       Visi & Misi Kodam II
 SEJARAH
       Organisasi
       Panglima
       Sesepuh
       Pergolakan
       Perjuangan
       AM Belanda
       Kisah Heroik
 IDENTITAS
       Lambang
       Pataka
       Mars
 SATUAN KODAM II/ SWJ
       KOREM
       BATALYON
 PENDAFTARAN PRAJURIT
       Pendaftaran AKMIL
       Pendaftaran PA PK
       Pendaftaran Bintara
       Pendaftaran Tamtama
       Pendaftaran Beasiswa PA PK
 KONTAK
 GALLERY
 COMMENTS
 PENERANGAN PASUKAN
       PENERANGAN PASUKAN
 ARTIKEL
Latest News

HARI JUANG KARTIKA KE 72 MANUNGGAL DENGAN RAKYAT, TNI AD KUAT
16/12/2017 07:27
PANGDAM II/SWJ PIMPIN UPACARA HARI JUANG KARTIKA
15/12/2017 17:40
KOREM 041/GAMAS GELAR ZIARAH DALAM RANGKA HARI JUANG KARTIKA
15/12/2017 17:13
86 PERWIRA KODAM II/SWJ TERIMA SOSIALISASI UNIVERSITAS PERTAHANAN
14/12/2017 17:33
JELANG HARI LAHIR TNI AD WARGA KODAM II/SWJ PANJATKAN DO'A BERSAMA
14/12/2017 17:25
PERINGATI HJK, KORAMIL 418-07/SUKARAMI BEDAH RUMAH TIDAK LAYAK HUNI
14/12/2017 14:51
PERINGATI HJK Ke-72, KODAM II/SWJ ZIARAH ROMBONGAN
14/12/2017 14:22
ATRAKSI YONG MOO DO DAN DRAMA KOLOSAL WARNAI GLADI UPACARA HJK KE-72 DI SGS JASDAM II/SWJ
13/12/2017 22:37
200 PNS TNI GARNIZUN PALEMBANG TERIMA CERAMAH UMUM DI LANAL PALEMBANG
13/12/2017 16:19
WARGA KODAM II/SWJ PERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1439 H
13/12/2017 14:37
Email

INTERNAL E-MAIL

 

Calendar

Desember 2017
MiSnSeRbKmJmSb
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31      

AM Belanda

AGRESI MILITER II BELANDA

Canggihnya persenjataan dan dukungan dari Sekutu kepada Belanda menjadikan mereka mengusai sebagian besar keresidenan Palembang. Markas Staff Subkoss di muara beliti bahkan telah jatuh ke tangan belanda juga. Sehingga Letkol. Bambang Utoyo memerintahkan membangun pertahanan baru di Kehpayang.

PERUNDINGAN 3 NEGARA
(TAMPAK Dr. IBNU SUTOWO MEWAKILI INDONESIA)


a. Bengkulu

Gerak laju pasukan Belanda kearah Bengkulu berhasil dihambat oleh pasukan Brigade Garude Merah yang menghancurkan jalan dan jembatan. Pada 3 Januari 1949 pasukan Mayor Nawawi mempertahankan kota dengan politik bumi hangus dan berhasil menggagalkan pendaratan Tentara Belanda di bengkulu. Sampai pada akhirnya Pasukan Wim Tamawiwi tidak mampu lagi mempertahankan Benteng Malbourgh yang gempur belanda dari darat dan udara secara sporadis. Pada hari itu juga belanda berhasil masuk ke bengkulu tapi tidak berhasil menjumpai satupun tentara kita yang sudah menyusun kekuatan di luar kota.

 

b. Lampung

Pemusatan pasukan kita antara Palembang - Lampung mengakibatkan datangnya pasukan belanda dari arah selatan. Berturut belanda berhasil menguasai Tarahan, Panjang, Betung, sampai Tanjung Karang yang berakibat pemindahan staff Garuda Hitam ke Talang Pandang.

Dari sini kekuatan kita dibagi menjadi dua : Front Utara dipimpin oleh Mayor Nurdin Pandji yang memiliki pasukan dengan mobilitas dan disiplin tinggi serta Front selatan dipimpin oleh Ismail Husin. Pembentukan front ini praktis berhasil mengahalangi belanda dari perluasan daerah kekuasaanya.

c. Jambi

Setelah diketahui diserangnya Jogjakarta, pimpinan di jambi mengadakan politik Bumi Hangus berdasarkan keputusan rapat yang dipimpin oleh Residen. Inu Kertapati untuk memperlemah laju pasukan belanda.

29 Desember 1949 serangan terhadap kedudukan Belanda di lapangan terbang Pal Merah, Keanalisa dan Tempino oleh pasukan kita. Serangan gencar dihari pertama gagal dan dipatahkan oleh peralatan canggih pasukan belanda yang mengakibatkan rapat darurat antara pimpinan pertambangan minyak Letkol. R Sudarsono dengan pimpinan pasukan Mayor Marzuki dan memutuskan untuk  bertempur sampai titik darah penghabisan, Belanda kembali menggempur dengan melibatkan secara penuh kekuatan udara dan berakhir dari kerugian besar dipihak kita termasuk tewasnya Mayor Marzuki dan Kapten Maryono. Akibat didudukinya lempino posisi pasukan kita di bayung lincir terputus dan pada 23 Juli 1949 Pelepat dan Pelepu sebagai tempat terakhir pasukan kita berhasil pula diambil alih oleh belanda.

 
Profil

 
 
 
PANGDAM II/SWJ
MAYJEN TNI AM. PUTRANTO, S.Sos
 

 
 KASDAM  II/SWJ
BRIGJEN TNI DR. MARGA TAUFIQ, S.H., M.H.
LINK

 

Pemerintah Indonesia

 

    

   TNI        KEMHAN

 

 

TNI AL
   045 GAYA 
   BATALYON
   BATALYON
  
Penerangan Pasukan

Suara Sriwijaya

 

MAJALAH EDISI 22


 MAJALAH EDISI KHUSUS
Copyright © 2009 by Kodam II Sriwijaya. Development & Design by Digital Kreasi