Selamat Datang Di Website Kodam II/Sriwijaya "Patah Tumbuh Hilang Berganti"
Search



17/10/2017 14:38:07

Menu Utama

 HOME
 NORMA
       Sapta Marga
       Sumpah Prajurit
       11 Asas Kepemimpinan
       8 Wajib TNI
       Panca Prasetya Korpri
       Perintah Harian Panglima TNI
 PRASAJA
       Struktur
       Pangdam
       Kasdam
       Jajaran
       Hari Jadi
       Peta Dislokasi Satuan Kodam II
       Penugasan
       Visi & Misi Kodam II
 SEJARAH
       Organisasi
       Panglima
       Sesepuh
       Pergolakan
       Perjuangan
       AM Belanda
       Kisah Heroik
 IDENTITAS
       Lambang
       Pataka
       Mars
 SATUAN KODAM II/ SWJ
       KOREM
       BATALYON
 PENDAFTARAN PRAJURIT
       Pendaftaran AKMIL
       Pendaftaran PA PK
       Pendaftaran Bintara
       Pendaftaran Tamtama
       Pendaftaran Beasiswa PA PK
 KONTAK
 GALLERY
 COMMENTS
 PENERANGAN PASUKAN
       PENERANGAN PASUKAN
 ARTIKEL
Latest News

PANGLIMA TNI : TUTUP CELAH KORUPSI DI LINGKUNGAN TNI
16/10/2017 18:49
PANGDAM II/SWJ TINJAU SASARAN TMMD KE-100 DI MUARO JAMBI
16/10/2017 16:49
YONIF 142/KJ DAN YONIF 144/JY TERPILIH WAKILI KODAM II/SWJ DALAM AJANG LOMBA ANTAR SATUAN TNI AD
16/10/2017 16:09
DANREM 043/GATAM TANDA TANGANI MOU REHABILITASI HUTAN LINDUNG
16/10/2017 15:31
DANRAMIL 01 TANJUNGPANDAN JADI PEMBINA UPACARA DI SMP NEGERI 2
16/10/2017 14:28
KODAM II/SWJ BAKSOS UNTUK SUKU ANAK DALAM
15/10/2017 20:45
PANGLIMA TNI RESMIKAN SATUAN SIBER TNI
13/10/2017 20:36
SELAMA 2 HARI, PANGDAM II/SWJ DAMPINGI PRESIDEN RI JOKO WIDODO KUNKER KE WILAYAH SUMSEL
13/10/2017 20:21
KETUA PERSIT KCK PD II/SWJ NY. ANNIES PUTRANTO KUNJUNGI SEKOLAH KARTIKA DI WILAYAH PALEMBANG
13/10/2017 19:57
SISWA SISWI SMPN 2 TANJUNGPANDAN ; TERIMA KASIH BAPAK BABINSA !!!!
13/10/2017 16:07
Email

INTERNAL E-MAIL

 

Calendar

Oktober 2017
MiSnSeRbKmJmSb
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031    

PANGLIMA TNI : KAWASAN ASEAN MILIKI POSISI YANG SANGAT PENTING

Jumat, 19 Mei 2017 (13:40)

(Puspen TNI). 

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa kawasan Asean memiliki posisi yang sangat penting sebagai penyedia jalur akses perdagangan,  untuk itu negara-negara di kawasan ASEAN harus mampu menjamin keselamatan dan keamanan bagi komunitas maritim internasional di wilayah perairannya.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI dalam pidatonya dihadapan para Panglima Angkatan Bersenjata Wilayah ASEAN pada Forum ke-14 ACDFIM (Asean Chiefs of Defense Forces Informal Meeting) tahun 2017,  di Sofitel Philippine Plaza, Manila Filipina, Kamis (18/5/2017).

Pada Forum The 14th Asean Chiefs of Defense Forces Informal Meeting ACDFIM tersebut, Panglima TNI didampingi Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, S.I.P., Kabais TNI Mayjen TNI Hartomo, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, Waasops Panglima TNI Laksma TNI Nurhidayat dan Kapuskersin TNI Laksma TNI Tatit Eko Witjaksono.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, pada konteks strategis kawasan Asean dapat dilihat dari isu keamanan maritim semakin penting dalam keamanan global.  "Beberapa wilayah strategis, yang rawan dan rentan terhadap keamanan perairan, antara lain Selat Malaka, Laut Sulu dan Laut China Selatan," katanya.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa, secara  geografis 70% wilayah Asean merupakan  perairan, untuk itu  Indonesia memiliki pandangan bahwa keamanan maritim menjadi salah satu faktor dominan bagi terciptanya stabilitas kawasan Asean. "Indonesia memandang bahwa keamanan kawasan maritim di Asean harus bebas dari segala ancaman yang dapat membahayakan kedaulatan wilayah nasional serta tetap tegaknya hukum nasional dan hukum internasional," jelasnya.

Panglima TNI mengatakan bahwa, untuk mendukung terciptanya kawasan Asean yang bebas dari segala ancaman, Indonesia telah melakukan beberapa kerja sama dengan negara di kawasan Asean, seperti melaksanakan patroli terkoordinasi antar negara pantai terkait, dalam rangka pengamanan Selat Malaka. Hasil dari kerja sama ini telah menurunkan tingkat kejahatan, seperti kasus pembajakan dan perompakan (Piracy and Sea Robbery).  "TNI juga mendukung terlaksananya Trilateral Cooperative Arrangement (TCA) dalam mengamankan jalur maritim di wilayah perairan Asean, khususnya di Laut Sulu dan Laut Sulawesi dengan melaksanakan patroli maritim trilateral," ujarnya.

Dalam pidatonya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo selaku Ketua Delegasi Indonesia pada Forum ke-14 ACDFIM tahun 2017 juga menyampaikan pandangan TNI mengenai topik yang diberikan oleh tuan rumah, yakni Keamanan Maritim Dan Penanggulangan Terorisme (Maritime Security And Counter Terrorism). Menurutnya, mencermati perkembangan lingkungan strategis di kawasan, berbagai tantangan telah muncul tanpa diduga salah satunya adalah aksi terorisme yang telah mengancam banyak negara di hampir seluruh dunia, termasuk kawasan Asean dan Indonesia.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bahwa, aksi terorisme yang selama ini terjadi telah meluas ke berbagai bentuk kepentingan, baik aspek ideologi, ekonomi, sosial budaya dan bahkan pertahanan keamanan. "Untuk itu, saya tegaskan bahwa Terorisme Merupakan Musuh Bersama," katanya.

Panglima TNI menambahkan bahwa dalam upaya penanggulangan terorisme, Indonesia telah melakukan berbagai langkah strategis baik pada skala nasional, regional dan internasional. Pada lingkup nasional, pelibatan TNI pada penanggulangan terorisme dilakukan melalui penempatan personel TNI pada lembaga Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), pembentukan dan penyiapan Satuan Gultor TNI AD, TNI AL dan TNI AU, menyelenggarakan Latgab Satgultor TNI, dan Latgab Satgultor TNI dengan Polri.

Sementara pada tataran regional dan internasional, dilakukan beberapa langkah antara lain, meningkatkan kerja sama Sharing Information/ Intelligence antar negara-negara sahabat, melaksanakan patroli koordinasi dengan negara-negara sahabat; dan Latihan Bersama (Latma) Satgultor TNI dengan negara-negara sahabat.

Pada Forum ke-14 ACDFIM tahun 2017 di Manila Filipina, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyarankan beberapa langkah strategis pemberantasan terorisme pada lingkup Asean dan global yaitu, peningkatkan Rasa Saling Percaya (Confidence Building Meassure), Aksi Pencegahan (Preventive Action), Peningkatan Kapasitas Pertahanan (Capacity Building Meassure) dan Peningkatan Kerja Sama Keamanan (Security Enhancement Cooperation).

Sebelum mengakhiri pidatonya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berharap,  agar segenap Angkatan Bersenjata di Asean dapat mewujudkan kawasan  yang aman, damai, tenteram dan sejahtera dalam kerangka kemitraan strategis, sehingga dapat memberikan kontribusi yang konstruktif dan signifikan bagi perdamaian dunia. "Hal ini sejalan dengan tema Forum ke-14 ACDFIM tahun 2017, yakni Partnering For Change, Engaging The World," ucapnya.


 
Profil

 
 
 
PANGDAM II/SWJ
MAYJEN TNI AM. PUTRANTO, S.Sos
 

 
 KASDAM  II/SWJ
BRIGJEN TNI DR. MARGA TAUFIQ, S.H., M.H.
LINK

 

Pemerintah Indonesia

 

    

   TNI        KEMHAN

 

 

TNI AL
   045 GAYA 
   BATALYON
   BATALYON
  
Penerangan Pasukan

Suara Sriwijaya

 

  MAJALAH EDISI 21


 MAJALAH EDISI KHUSUS
Copyright © 2009 by Kodam II Sriwijaya. Development & Design by Digital Kreasi